Anleg DPRD Sulteng Muhaimin Yunus Hadi Sikapi Statemen Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf

0
150

POSO, Nuansapos.com – Anggota Legislatif DPRD Provinsi Sulteng asal Dapil V Sulteng Muhaimin Yunus Hadi SE, unjuk menyikapi pernyataan terkait statemen dari Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, yang mengatakan dalam pemberitaan media ini sebelumnya :

“Jika benar mereka mau turun, tidak akan disakiti, Danrem dan Kapolda akan jadi jaminannya, hanya akan disesuaikan dengan proses hukumnya saja”

Muhaimin dalam sanggahannya tegas mengatakan bahwa sepanjang maklumat tersebut dibuat secara tertulis, itu akan menggambarkan adanya keseriusan negara, dalam hal ini pucuk pimpinan Satgas operasi Madago Raya, untuk menyelesaikan persoalan ini tanpa harus ada lagi pertumpahan darah.

“Ide maupun rencana Danrem Farid Makruf ini saya sangat hargai, bisa saja jadi solusi penyelesaianya, sepanjang semua itu menjadi komitmen dan harus disepakti serta bisa dibuktikan. Dan saya juga yakin akan mendapat dukungan dari para tokoh agama maupun tokoh masyarakat, mereka akan bergerak untuk membantu menyampailan niat baik ini ke tengah masyarakat, dengan harapan semoga didengar oleh mereka (DPO), termasuk dengan para pendukung atau simpatisannya. Hanya saja maklumat penting seperti ini, akan lebih baik jika dituangkan dalam surat tertulis resmi, bukan hanya melalui statement di media seperti ini.” ungkap Mimin sapaan akrabnya, yang juga dikenal sebagai pimpinan PAN Kabupaten Poso.

Mimin juga sangat berharap, apabila nanti maklumat yang dimaksud benar – benar dijalankan, ada ruang kesempatan atau tenggang waktu yang diberikan kepada mereka para DPO untuk berpikir dengan adanya tawaran tersebut.

“Pasca dikeluarkannya maklumat yang, petugas Satgas juga wajib mentaati isi atau mana amanat dari maklumat itu sendiri. Seperti contoh, ada tenggang waktu satu atau dua bulan yang diberikan, ini yang harus dipatuhi, artinya tidak ada operasi pengejaran yang dilakukan. Namun, apabila sampai dengan batas waktu yang ditawarkan, tidak juga direspon positif, atau pun tidak indahkan, Bismillah.. tumpas saja, karena mereka adalah musuh negara.” tegas Mimin, sembari menambahkan, apabila nanti opsi terakhir ini yang harus ditempuh, dirinya berharap tugas penumpasannya diserahkan penuhnya kepada pihak TNI, yang lebih menguasai teknis perang gerilya.

Lengkapnya pernyataan Danrem 132/Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf, yang telah beritahkan oleh Nuansapos.com edisi Rabu (24/03/2021), sehingga menuai tanggapan dari anggota Komisi III DPRD Provinsi Sulteng Muhaimin Yunus Hadi SE adalah sebagai berikut :

“Sesuai makna atau artinya Madago Raya adalah Baik Hati, kita mengedepankan kebaikan hati, tidak bertujuan untuk membunuh saudara-saudara kita diatas gunung itu. Justru sebaliknya ingin mengajak mereka turun. Itulah filosofi yang terkandung dalam sandi operasi Madago Raya. Jika benar mereka mau turun, tidak akan disakiti, Danrem dan Kapolda akan jadi jaminannya, hanya akan disesuaikan dengan proses hukumnya saja.” ucap Danrem Farid Makruf, seraya menambahkan,”Berhasil tidaknya operasi ini, sangat tergantung pada peran masyarakat itu sendiri. Kalau mereka berhenti menjadi simpatisan, tidak mendukung baik informasi maupun logistik, saya yakin operasi ini akan cepat selesai dan tidak akan ada lagi tembak – tembakan yang hanya membuat dendam baru. Bagi mereka yang telah terhasut dengan ajaran radikal mereka, bisa nanti dikikis pelan-plan, sehingga anak – anak kita, bisa tumbuh normal, membaur di tengah masyarakat.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here