PT IMIP dan Pemerintah Bersama Menyulam Masa Depan Bahodopi

NUANSA POS — Jika Bahodopi diibaratkan kain besar kehidupan, maka PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Pemerintah Kabupaten Morowali tengah bersama-sama menjahitkan benang-benang harapan, membentuk pola masa depan yang lebih sehat, rapi, indah, dan lestari. Dalam kurun waktu setahun terakhir, rangkaian inisiatif nyata dari IMIP membuktikan bahwa kehadiran industri bisa menjadi mitra erat pemerintah dan masyarakat, bukan sekadar tetangga yang hanya melintas.Salah satu tonggak penting hadir di sektor kesehatan.
Pada 29 Januari 2024, IMIP resmi menyerahkan gedung Rumah Sakit Tipe D Pratama Bahodopi kepada Pemerintah Kabupaten Morowali. Gedung yang berdiri di atas lahan seluas 3.101 meter persegi ini dilengkapi enam poliklinik mulai dari klinik imunisasi, laktasi, kebidanan, promosi kesehatan, gigi, hingga penyakit menular dan umum. Fasilitasnya lengkap, termasuk Unit Gawat Darurat (UGD), ruang bersalin, ruang operasi, hingga laboratorium analisis dan radiologi.Penjabat Bupati Morowali, Ir. A Rachmansyah Ismail, menyebut langkah ini sebagai momentum penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Bahodopi dan Bungku Pesisir.
“Kami memberikan apresiasi kepada PT IMIP yang telah membangun gedung rumah sakit ini,” ujarnya. Pemerintah pun berkomitmen mengalokasikan anggaran Rp20 miliar untuk melengkapi peralatan kesehatan dan sumber daya manusia (SDM) yang akan mengoperasikan fasilitas tersebut.
Tidak berhenti di sektor kesehatan, IMIP juga menambal “urat nadi” infrastruktur dengan membangun drainase beton pracetak (U-ditch) di jalur nasional Trans-Sulawesi, Desa Labota, Bahodopi. Proyek ini dimulai pada 10 Maret 2025 dan ditargetkan rampung dalam 40 hari. Head of Legal and Government Relations IMIP, Askurullah, menyebut pembangunan drainase ini untuk mencegah banjir akibat genangan air yang kerap terjadi karena posisi badan jalan lebih rendah dari bangunan sekitar.
Sebelumnya, pada Februari 2025, IMIP juga telah menyelesaikan perkerasan jalan beton (Rigid Pavement) sepanjang 2,3 km dari Desa Bahodopi hingga Desa Padabaho.Sementara itu, di ranah pariwisata, IMIP menunjukkan dukungan untuk menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat dengan membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di empat desa: Padabaho, Makarti Jaya, Bete-bete, dan Mbokita.
Program ini digagas bersama Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Morowali, dengan pembekalan konsep Sapta Pesona agar desa mampu memaksimalkan potensi alamnya menjadi destinasi wisata yang berdaya tarik. Kepala Dinas Pariwisata, Muh. Amin, mengapresiasi inisiatif ini dan berharap Pokdarwis dapat menjadi garda terdepan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan serta berdaya saing tinggi, bahkan hingga bersaing di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Tak hanya memikirkan infrastruktur, IMIP juga merawat “paru-paru” Bahodopi. Pada 12 Juli 2025, perusahaan mendukung program penghijauan Pemerintah Desa Bahodopi dengan menanam bibit pohon trembesi di sepanjang dua kilometer jalan Sungai Bahongekolangiu.
Pejabat Kepala Desa Bahodopi, Ahyar Aminudin, menjelaskan, kegiatan ini melibatkan unsur pemerintah desa, kepolisian, TNI, serta kerukunan etnis setempat. Sebelumnya, IMIP bersama PT QMB New Energy Materials telah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) di depan Kantor Kecamatan Bahodopi, yang diharapkan menjadi simbol harmonisasi antara industri dan masyarakat.Media Relations Head IMIP, Dedy Kurniawan, menegaskan bahwa pembangunan RTH dilakukan dengan standar tinggi, kecepatan maksimal, dan pengawasan ketat untuk memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. “Keberadaan RTH ini adalah wujud komitmen perusahaan menghadirkan fasilitas publik yang menyatukan, bukan memisahkan,” katanya.
Rangkaian langkah ini memperlihatkan bahwa kontribusi IMIP tidak sekadar membangun fisik, tetapi juga merangkai jejaring sosial dan ekonomi yang saling menguatkan. Dari rumah sakit yang menjadi pusat layanan kesehatan, drainase yang melindungi warga dari banjir, jalur beton yang memperlancar arus ekonomi, Pokdarwis yang membangkitkan wisata, hingga pohon trembesi yang kelak meneduhkan generasi mendatang, semua menjadi kepingan mozaik pembangunan yang utuh.Bahodopi perlahan bertransformasi. Dari sebuah wilayah industri yang sempat dikenal hanya karena kilau mineralnya, kini ia mulai mencatatkan nama sebagai kawasan yang sehat, nyaman, hijau, dan kaya destinasi.
Semua berkat sinergi yang konsisten antara pemerintah daerah dan IMIP, yang ibarat dua tangan bekerja sama, satu merencanakan, satu lagi menggerakkan, demi menganyam masa depan yang lebih baik untuk warganya.
Penulis : Bayu A Montang, SH