Dirreskrimum Polda Sulteng Ungkap Modus dan Pelaku Spesialis Perampasan HP

0
209

Palu,Nuansapos.Com – Polda Sulawesi Tengah kembali berhasil mengungkap pelaku kejahatan spesialis perampasan Hand Phone (HP) yang terjadi di 3 wilayah, Palu, Sigi dan Parigi Moutong.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Sulteng Kombes Pol. Novia Jaya, SH, M.Si didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng dan Kasubdit III Ditreskrimum Polda Sulteng mengatakan.

2 pelaku kejahatan AD 18 tahun yang beralamat di BTN Kabonena Palu dan MAH juga berusia 18 tahun yang beralamat di BTN Baliase Marawola Kabupaten Sigi merupakan pelaku spesialis perampasan handphone yang dilakukan terhadap korban perempuan yang sedang berkendara sepeda motor saat melintasi jalan-jalan yang sunyi.

Pengakuan tersangka sedikitnya ada 33 titik lokasi atau Tempat Kejadian Perkara (TKP) perampasan HP yang mereka lakukan yakni dalam Kota Palu hingga merambah ke wilayah Sigi dan Parigi Moutong.

Para pelaku sendiri ditangkap Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sulteng pada dua tempo berbeda. Pertama pada tanggal 21 dan 25 Juni 2020 terkait kasus perampasan HP di Jalan Durian Palu yang terjadi pada tanggal 22 Mei 2020.
Berawal dari penangkapan inilah sehingga kemudian terkuak adanya 33 TKP tempat beraksi lainnya. Demikian ungkap Novia Jaya, Kamis (9/7) siang tadi.

Terkait hasil rampasannya, menurut Novia Jaya dijual pelaku baik kepada perorangan dan ke sejumlah Counter jual beli HP bekas dengan harga bervariasi antara Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 Juta. “Tergantung kondisi HP, ada yang dijual kepada perorangan dan ada juga ke Counter jual beli HP bekas dengan harga antara 500 ribu hingga 1 juta rupiah dan inilah yang telah diupayakan Tim Penyidik dan sampai saat ini baru terkumpul 22 buah HP,” terangnya.

Masih kata Novia, sebelum melakukan aksinya, pelaku terlebih dahulu mensurvey ke jalan-jalan yang sunyi dan ketika ada sasarannya langsung dibuntuti menggunakan sepeda motor. Selanjutnya korban kemudian dipepet dan langsung merampas bawaan korban, baik itu berupa tas atau HP saat korban menggunakan HPnya selanjutnya pelaku langsung ngacir alias melarikan diri.

Selain modus diatas modus lain yang digunakan pelaku adalah membuntuti lantas dipepet, setelah itu korbanpun langsung ditendang hingga terjatuh setelah itu tasnya dirampas.
Atas perbuatannya, Penyidik menjerat tersangka menggunakan pasal 365 ayat (2) KUHP subsider pasal 362 KUHP dengan ancaman penjara 9 tahun.

Melihat modus pelaku kejahatan yang terjadi tersebut kepada masyarakat Novia Jaya menghimbau kepada agar lebih berhati-hati termasuk saat melakukan pembelian dan atau transaksi terlebih kepada pemilik Couunter jual beli HP bekas. Karena bisa jadi mereka juga bisa di jerat dengan pasal pertolongan jahat atau pasal penadahan.

Sementara Bidhumas Polda Sulteng pada kesempatan tersebut, juga melakukan rilis terhadap pengungkapan 2 kasus curanmor yang terjadi di Jalan Tanjung Satu Palu dengan tersangka DK, RWM dan R serta kasus curanmor yang terjadi di jalan Miangas Palu dengan tersangka M dan AK yang diungkap dalam bulan Juni 2020 oleh Ditreskrimum Polda Sulteng.(Bidhumas Polda Sulteng).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here