Tentena Memanas Pos Security Perusahaan Dibakar

0
1017
Ft : Ilustrasi

Poso,Nuansapos.com – Konflik berkepanjangan antara masyarakat lokal yang tergabung dalam sebuah aksi massa di Kecamatan Pamona Utara dan Pamona Puselemba (Tentena) Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah,  yang menuntut pengembalian hak-hak ulayatnya dengan pihak PLTA PT Poso Energy semakin memanas.

Pemberian ijin melakukan aktifitas di wilayah adat Danau Poso oleh mantan bupati Poso, Darmin Sigilipu dan lambatnya evaluasi kegiatan oleh pemerintah sekarang terhadap kegiatan.

Dimana efeknya berujung pada pengrusakan dan perampasan hak warga secara semena-mena ,semakin memperparah kondisi yang berujung pada pembakaran aset perusahaan.

Berupa Pos securuty yang terjadi pada Kamis (2/11) sekitar pukul 10.10 Wita malam tadi.

Keterangan yang di himpun Nuansapos.com, pembakaran Pos jaga itu dipicu oleh ketersinggungan warga yang tengah melakukan  aksi dan sedang bermalam di sebuah tenda di lokasi jembatan penghubung antara dua kecamatan yakni di Kelurahan Tendeadongi dan Kelurahan Petirodongi.

Saat sedang bertenda itulah kemudian warga melihat salah satu Security melintas dengan menenteng sebilah parang.

Warga yang selama ini memang sudah tersulut kemarahannya karena tertekan oleh kesemena-menaan perusahaan.

Secara spontan menjadi marah dan langsung meringsek ke arah pos penjagaan yang ada di lokasi jembatan dan membakarnya.

Kondisi yang sempat memanas tadi malam itu nanti meredah setelah di mediasi oleh Danramil Arm. Pilipus Tule dan Kapolsek Tentena AKP Felix yang datang beberapa waktu setelah kejadian perkara.

Dalam mediasi itu, massa aksi meminta agar Kapal Anggrek I yang masih beroperasi di area Kompodongi segera dihentikan.

Hingga berita ini diturunkan belum ada penyelesian konflik keperdataan, hak-hak ulayat antara pihak warga dan perusahaan.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here