FeaturedHukum KriminalNasionalSulteng

Tidak Mau Menyerah, Perburuan Teroris Poso Bakal Diperpanjang Lagi

Ft : Int

POSO,NUANSAPOS.COM – Perburuan teroris Poso sudah memakan waktu yang cukup panjang dan menghabiskan banyak anggaran disertai pertumpahan darah.

Tak sedikit taruna-taruna bangsa terdiri dari Polisi maupun TNI yang telah gugur dalam operasi penumpasan para militansi bersenjata tersebut.

Tak hanya para petugas, warga sipil tak berdosapun ikut menjadi korban dari kelompok yang menamakan  diri sebagai bagian dari Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu.

Kaum sipil yang kebanyakan adalah petani  habis di bunuh, dibantai secara sadistis dengan cara menggorok leher atau di penggal kepalanya.

Untuk penumpasan kelompok berbahaya itu pemerintah tidak tinggal diam. Berbagai cara sudah dilakukan antara lain menurunkan begitu banyak aparat dengan sejumlah sandi yang berbeda – beda pula, anatara lain Operasi Camar Maleo, Satgas Tinombala dan yang terkini adalah Satgas Operasi Madago Raya.

Hasilnya cukup memuaskan 2 pimpinan kelompok teror, Santoso berikut Ali Kalora berhasil dilumpuhkan.

Sayangnya meski 2 pimpinan kelompok sadidtis itu sudah berhasil di habisi dan strategi pemutusan mata rantai simpatisan dan pemutusan pasokan logistik  sudah dilakukan. Namun petugas masih belum juga berhasil menuntaskan gerakan teroris di tanah Poso, Parigi dan Sigi, Sulawesi Tengah seratus persen.

Hingga kini masih tersisa 4 anggota dari kelompok itu yang tidak mau menyerah.

Keempatnya adalah Askar alias Jaid alias Pak Guru, Nae alias Galuh alias Muklas, Suhardin alias Hasan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang.

“Kemungkinan besar operasi Madago Raya akan diperpanjang, sampai keempatnya tertangkap atau menyerahkan diri,” ungkap Wakil Satgas Humas Operasi Madago Raya, AKBP Bronto Budiono kepada wartawan Kamis (16/12/2021).

Menurutnya, saat ini, Satgas Madago Raya tengah memfokuskan kerja dalam bidang sosialisasi dan imbauan kepada seluruh warga yang ada di wilayah operasi. Agar mereka tidak terpapar paham radikalisme atau membantu suplai makanan maupun hal lain kepada MIT Poso.

“Cuma, yang kami kedepankan juga disamping pengejaran, yaitu preemtif, sosialisasi masyarakat,” katanya.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp