Tim Terpadu Cegah Tangkal Faham Radikal Poso Pesisir Selatan terbentuk, Polda Sulteng Berikan Apresiasi

0
96

POSO, Nuansapos.com – Masyarakat Kabupaten Poso mulai tergugah dan peduli untuk berperan aktif mencegah dan menangkal faham radikal yang menjadi ancaman kedamaian di bumi Sintuwu Maroso.

Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS) Kabupaten Poso yang dengan segera merespon usulan Kapolda Sulteng Irjen Polisi Drs. Abdul Rakhman Baso pada saat rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Sulteng, Rabu (2/6/2021) yang lalu tentang pembentukan tim terpadu.

Camat, Kapolsek dan Danramil pada Jumat (18/6/2021) sore bertempat di Baruga pertemuan Kantor Camat PPS menggelar pertemuan yang dihadiri oleh Kepala KUA, Ketua FKUB Kecamatan PPS, Imam Masjid dan para pendeta gereja dan Kanit Binmas Polsek PPS untuk membentuk struktur tim terpadu cegah tangkal faham radikal.

Drs Simon Tiolemba M.si Camat PPS terpilih sebagai Ketua tim terpadu dibantu Danramil dan Kapolsek sebagai Wakil Ketua, Ketua KUA dan Ketua FKUB dipercaya sebagai pembimbing, sedangkan Imam masjid dan pendeta gereja ditunjuk sebagai penyuluh.

Ketua tim terpadu yang juga Camat PPS dalam arahannya mengatakan “tujuan pembentukan tim terpadu ini agar kita bisa bekerjasama dalam hal menangkal kemungkinan adanya faham radikal di Wilayah Kecamatan PPS,” ucapnya.

Sehingga kata Simon, pembentukan tim terpadu cegah tangkal faham radikal dinilai sangat penting dan tepat dalam menyikapi perkembangan situasi di Wilayah Kecamatan PPS.

Selain itu peran tokoh agama sangat penting dalam memberikan rasa aman dan kedamaian, diharapkan semua dapat berperan aktif dalam memberikan ajaran agama yang benar kepada generasi muda, agar kedepan bisa menjadi generasi yang dapat di andalkan dalam mengisi pembangunan, terang Camat PPS ini.

Terpisah, Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Polisi Didik Supranoto yang juga Kasatgas Humas Madago Raya juga memberikan apresiasi dengan terbentuknya tim terpadu cegah tangkal faham radikal di Kecamatan PPS, ini menunjukan masyarakat mulai sadar bahwa dalam menangani faham radikal bukan hanya tugas Polri/TNI tetapi diperlukan keterlibatan semua pihak, semoga ini dapat diikuti Kecamatan lain di Kabupaten Poso,” harapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here