Warga Bonesompe Tuntut Pengosongan Pasien Covid-19 Dari Dalam Hotel Wisata Poso
Poso NP – Kembali warga Kelurahan Bonedompe Kecamatan Poso Kota Utara, turun ke jalan, menggelar aksi demo, di depan Hotel Wisata yang berada di sekitar pantai penghibur, pada Rabu malam (20/05/2020), sekira pukul 21.00 wita.
Kehadiran puluhan warga kelurahan tersebut, menuntut agar semua pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, yang tengah menjalani perawatan di hotel milik Pemda Poso ini, agar dipindahkan ke tempat lain.

Tuntutan ini bukan tanpa alasan, pasalnya semenjak hotel tersebut dijadikan salah satu tempat karantinya bagi pasien yang terpapar virus corona, telah berdampak sepihnya pengunjung yang datang berbelanja di sejumlah caffe maupun warung makan, yang ada di kokasi salah satu tujuan wisata kuliner yang ada dalam kota Poso.

“Kami ini pedagang makanan, yang menggantungkan ekonomi keluarga dari hasil jualan. Tapi semenjak hotel ini dijadikan tempat karantina, tidak ada yang datang berbelanja. Sementara, tidak ada sama sekali kompensasi dari pemerintah daerah, dengan adanya persoalan ini,” ungkap ica salah seorang warga peserta aksi demo.

Bahkan kata dia, ada empat point yang telah dijanjikan oleh pihak Pemda Poso diantaranya pemberian masker, vitamin, penyemprotan disinspektan serta dana kompensasi sebesar 100 ribu per warga per bulan, hingga saat ini tidak ada satu pun yang ter-realisasi.
“Kami warga yang ada disekitar hotel ini, setiap hari jadi resah, dengan tidak adanya informasi, soal berapa jumlah pasien yang dirawat dalam hotel, pemerintah terkesan tertutup ditambah lagi empat point yang dijanjikan juga tidak pernah ada,” tutur ica menambahkan jika tuntutan mereka tidak selesaikan, tidak menutup kemungkinan akan ada lagi aksi dengan jumlah yang lebih banyak.

Terkait dengan adanya aksi tersebut, sejumlah aparat petugas Kepolisian mau pun TNI, langsung diterjunkan ke lokasi demo melakukan pengamanan dan berupaya melakukan dialok, guna meredam amarah warga agar tidak melakukan tindak anarkis.
Pantauan pewarta, tampak terlihat satu unit mobil ambulance, yang tengah stand by dalam halaman hotel itu, guna dipersiapkan until mengevakuasi pasien Covid-19 dari dalam hotel.
Sejauh berita ini diterbitkan, akhirnya warga membubarkan diri, walau belum ada titik terang maupun pernyataan resmi dari pihak terkait, perihal yang menjadi tuntutan warga, yang tidak menginginkan hotel wisata dijadikan tempat karantina pasien Covid-19.
Bahkan dalam aksi ini, tampak pula warga membakar potongan kayu dan benda yang muda terbakar, yang jaraknya tak jauh pintu masuk hotel, bertanda keseriusan penolakan mereka.
Sebelumnya, aksi serupa juga telah dilakukan oleh warga Kelurahan Bonesompe, tanggal 05 April 2020 yang lalu. Hanya saja, amarah warga sempat teredam dengan dilakukannya dialog antara juru bicara pencegahan dan penanggulangan Covid-19 Pemda Poso dengan perwakilan warga pendemo.
Bahkan dalam giat tersebut, juga turut dihadiri oleh kepala Kelurahan Bonesompe, kepala RT dan sejumlah aparat keamanan dari Polres Poso.(NP06)