Hukum KriminalNasionalSultengViral

110 Sapi Dan Kerbau Korban PT. Poso Energy Akhirnya Diganti Rugi

Ft : Ilustrasi

Poso,Nuansapos.com – Setelah mendapat tekanan dari para pendemo yang tergabung dalam aksi Masyarakat Adat Danau Poso yang datang dari berbagai penjuru desa seputaran Danau Poso.

Perusahaan PT. Poso Energy akhirnya bersedia mengganti rugi ke 110 ekor Kerbau dan Sapi milik warga dua desa, Tindoli dan Tokilo, Kecamatan Pamona Tenggara, Kabupaten Poso yang mati bersamaan karena terdampak aktifitas perusahaan di PLTA I Sungai Poso.

“Ganti rugi ini bagian dari dampak penutupan pintu air Danau Poso dari proyek PLTA PT PE yang mengakibatkan debet air naik hingga menggenangi sawah dan tempat makan kerbau dan sapi, sehingga hewan ini mengalami kematian di karenakan kekurangan makanan,” ungkap warga Sesa Tokilo, Selasa (14/12/2021).

Pelaksanaan ganti rugi di hadiri pejabat Pemda Poso, Kaban BKD Poso Yusak Mentara, Kadis Pertanian, Kabag Hukumdan pihak dari perusahaan PT. Poso Energy.

Investigasi Nuansapos.com,  demonstrasi Masyarakat Adat Danau Poso sebenarnya  sudah terjadi sejak kepemimpinan bupati lama, Darmin Sigilipu.

Sayangnya demonstrasi-demonstrasi itu tidak di respon sebaliknya masyarakat yang ada di wilayah itu malah balik disalahkan seolah-olah anti pembangunan.

Tak sampai di situ saja masyarakat korban terindikasi sengaja di adu dengan para karyawan dan kelompok security yang nota bene adalah anak lokal yang isi dapurnya tergantung dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Akibat ditimbun perusahaan, masyarakat adat kehilangan tradisi mencari ikan di Kompo Dongi.

“Tanah ulayat tempat bertelurnya ikan-ikan Kompo Dongi mereka timbun, pagar sogili dan Karamba dipaksa bongkar, pembongkaran jembatan Pamona disaksikan langsung oleh mantan bupati (Damin Sigilipu). Perjuangan kami selalu dihalang-halangi, sangat kentara sekali di bentur-benturkan dengan karyawan perusahaan. Kami adalah kelompok massa yang besar yang punya kekuatan spontan dan masih sabar meski sadar sedang di perhadap-hadapkan dengan saudara kami sendiri,” ungkap sejumlah sumber kepada media ini.

Perjuangan mengembalikan hak-hak ulayat masyarakat adat dan tuntutan penghentian kegiatan PLTA Poso Energi di Poso I sendiri masih berlanjut.

Aksi demonstrasi Masyarakat Adat Danau Poso itu sendiri  telah melahirkan sejumlah kemajuan salah satunya kesepakatan perusahaan mengganti rugi Sapi dan Kerbau yang mati terdampak.

Meski demikian aksi itu juga ikut membuahkan pil pahit bagi tokoh adat Kabupaten, Yan Guluda (Ketua Lembaga Adat Pamona Poso), Leni Rubana (anggota) dan Darma Penyami (Taruna Adat).

Pengurus-pengurus adat yang rupanya sudah lama tidak disukai dan tiba-tiba muncul ditengah para demonstran dan berlagak akan menjadi mediator secara spontan di tolak oleh para demonstran.

Meski tidak sampai di apa-apakan namun ketiganya langsung di hadiahi Mosi tidak percaya karena di curigai hanya mencari untung dan berpihak kepada perusahaan. Terbukti mereka tidak mau membubuhi tanda tangan sebagai dukungan perjuangan massa tersebut.

Aksi demonstrasi Masyarakat Adat Danau Poso masih akan berlanjut selama tuntutan mengembalikan tanah ulayat Kompo Dongi dan menstabilkan kembali debit air Danau Poso, mengganti kerugian sawah ladang 16 Desa / Kelurahan dan menghentikan kegiatan buka tutup turbin di  PLTA I belum di penuhi perusahaan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp