Hukum KriminalNasionalSultengViral

Laporan Sekelompok Masyarakat Desa Bewa Dilatar Belakangi Sentimen dan Sakit Hati ? Simak Jawabannya!!


Poso, Nuansapos.Com – Meskipun sudah berusaha melaksanakan Tupoksinya untuk penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan namun posisi Viktor Tungka Kepala Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan sejak baru 3 bulan menjabat selalu berusaha di cekal oleh sekelompok masyarakat yang terindikasi merupakan lawan politiknya yang kalah pada Pilkades Tahun 2018 lalu.

“Saya ingat betul, waktu itu saya baru tiga bulan menjabat tapi sudah dituduh korupsi padahal belum ada anggaran sepeserpun yang saya kelola saat itu,” ungkap Kepala Desa Bewa, Viktor Tungka kepada Nuansapos Kamis (16/9) pagi tadi.

Niat jahat kelompok yang tak senang kepada Kepala Desa Bewa sendiri ternyata masih berlanjut dan tetap menggunakan modus yang sama yakni ‘Kepala Desa Korupsi’.

Adapun tuduhan yang dilaporkan sekelompok masyarakat sentimental saat ini adalah pembangunan Balai Desa dan sejumlah item kegiatan lain dari pengelolaan anggaran Dana Desa yang masuk sejak tahun 2018 hingga tahun 2021 ini.

Menanggapi tuduhan keji yang dilatar belakangi oleh sentimen sekelompok masyarakat tersebut Kepala Desa akhirnya buka suara.

PEMBANGUNAN BALAI DESA SENGAJA DIHALANGI KEMUDIAN DILAPORKAN TERBENGKALAI
“Perlu saya jelaskan sebenarnya pembangunan Balai Desa itu merupakan program lanjutan dari Kades Lama. Pondasinya sudah ada sebelum saya menjabat, itu yang kemudian kami anggarkan,” ungkapnya.

Namun saat dalam pengerjaan tiba-tiba kegiatan pembangunan itu kata Viktor dihentikan oleh sekelompok masyarakat. Alasannya karena tirisan hujannya jatuh ke kintal pekarangan masyarakat yang tinggal bersebelahan dengan Balai Desa yang sedang dibangun tersebut.

“Sementara dikerjakan tiba-tiba mereka hentikan, katanya pemilik tanah disebelah Balai Desa keberatan karena tirisannya jatuh ke pekarangan warga. Mulai saat itulah pembangunan Balai Desa itu terhenti karena setiap ada tukang yang mo kerja selalu dihentikan,” jelas Viktor.

PEMBANGUNAN KEMBALI DILANJUTKAN SETELAH DI KOORDINASIKAN BERSAMA PIHAK TERKAIT

Pembangunan Balai Desa Bewa yang harusnya rampung pada tahun 2020 lalu itu sendiri baru dapat dilanjutkan pada Juli tahun 2021 ini setelah ada koordinasi antar pihak Kepala Desa, Camat, Kejaksaan Tentena dan setelah pihak Polsek Lore Selatan menegur oknum yang selama ini terindikasi menjadi salah satu penghasut dan penghalang kegiatan pembangunan di desa tersebut.

“Sebenarnya sudah lama selesai tapi karena selalu dihalangi sehingga saya akhirnya berkoordinasi dengan Camat, juga pihak Kejaksaan Tentena. Karena masih saja dihalangi sehingga saya akhirnya melaporkan salah satu oknum yang selama ini menghalang-halangi pekerjaan Balai Desa tersebut,” tukasnya.

PEMBANGUNAN BALAI DESA BEWA HAMPIR RAMPUNG DIKERJAKAN
Setelah menghadapi sejumlah rintangan,pembangunan Balai Desa Bewa yang selama ini menjadi senjata sekelompok masyarakat yang tak senang dengan Pemerintah Desa Bewa.
Saat ini akhirnya hampir rampung dikerjakan.
Tirisan hujan yang jadi alasan akan jatuh ke pekarangan warga yang ada disebelahnya meski menelan anggaran yang tidak sedikit akhirnya di rubah menjadi talangan.

Saat ini pengerjaan Balai Desa itu tinggal menunggu di plafon dan dipasangi lantai kayu yang mana bahan-bahannya sudah ada dan tinggal menunggu waktu pemasangannya saja.

“Untuk tirisan yang dipersoalkan sudah di ubah jadi talangan. Sekarang tinggal pasang plafon dan lantainya saja setelah itu selesai sudah,” urai Viktor.

TEMUAN INSPEKTORAT DESA BEWA SUDAH DISELESAIKAN
Sesuai himbauan Kacabjari Tentena sebelumnya dan instruksi Inspektorat agar desa-desa segera menyelesaikan temuannya, demikian pula Desa Bewa.

Sejumlah kegiatan yang masuk dalam temuan Inspektorat Poso senilai Rp 328.596.096 pada tanggal 7 Juli 2021 sudah diselesaikan.

Rinciannya dalam bentuk nota-nota atau kwitansi dari kegiatan yang sudah direalisasikan senilai Rp 165.340.000 dan dalam bentuk uang tunai Rp 163.340.000 juga sudah disetorkan kembali ke Kas Negara.

“Untuk temuan Desa Bewa sudah kami tuntaskan baik dalam bentuk nota-nota maupun dalam bentuk uang tunai Rp 163 juta sudah disetorkan kembali ke Kas negara,” jelas Viktor.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp