NasionalSulteng

Status Wabup Poso Tuai Polemik, Benarkah Proyek ‘Berdaging’ di Poso Hasil Arahan Oknum Tertentu?!

Poso,Nuansapos.com – Status Wakil Bupati Poso, Yasin Mangun bertajuk lebih baik berpisah yang diunggah di linimasanya menuai berbagai macam asumsi.

Sejumlah pihak memperkirakan, unggahan orang nomor dua di Kabupaten Poso itu disebabkan oleh rasa ketidakpuasan Yasin terhadap jatah proyek sehingga dia tidak bisa memenuhi tuntutan pembagian proyek untuk para tim suksesnya.

“Beliau juga punya tim sukses yang harus dipenuhi kebutuhannya. Tapi kalau semua proyek di monopoli oleh bupati yah bagaimana bisa beliau memenuhi janjinya kepada orang yang telah bersusah payah mendukungnya?” tanggap salah satu warga Poso kepada Nuansapos, Kamis (17/3) malam kemarin.

Menyikapi adanya dugaan monopoli proyek yang diduga menjadi akar pangkal kekecewaan Wakil Bupati Poso.

Faidul Keteng sebagai Kepala Dinas PU Poso yang tahun 2022 ini paling banyak mendapat asupan anggaran mencapai
Rp 102.688.331.305 membantah keras asumsi tersebut.

Menurut dia, tidak ada intervensi baik dari bupati maupun ibu dari bupati terhadap pembagian jatah proyek di dinasnya.

“Tidak ada arahan dari bupati, tidak ada juga arahan dari ibu,” tepis Faidul kepada Nuansapos, Jumat (18/3).

Faidul juga menegaskan semua proyek yang melekat di dinasnya melalui mekanisme yang berlaku.

“Semua ditender sesuai prosedur,” tegasnya.

Disinggung adanya 3 kontraktor besar, AL, AH dan JM yang tersinyalir mendapat jatah proyek lewat jalur tak wajar setelah bertemu dengan EP juga dibantahnya.

Menurut Faidul perolehan proyek ketiga orang tersebut bukan bagian dari urusannya.

“Itu urusan tender, kami tidak ikut campur,” sergahnya.

Di bagian terpisah JM salah satu kontraktor yang di sebut-sebut mendapat jatah proyek tidak menepisnya.

Menurut JM, tender proyek yang diikutinya adalah proyek pembangunan jalan senilai Rp 5,8 M.

Namun JM menegaskan proyek tersebut tidak ada hubungan dengan pertemuannya bersama EP saat HUT Kabupaten Poso beberapa waktu lalu.

Ditanya apa inti pertemuannya dengan EP, kata JM adalah pertemuan biasa dan dihadiri oleh ratusan orang.

“Waktu itu HUT Kabupaten Poso saya juga diundang. Nah karena diluar banyak orang sehingga kami bersama-sama dengan banyak orang lainnya dipanggil Ibu masuk ke dalam ruangan. Tapi di situ juga banyak sekali orang dan tidak ada membicarakan soal proyek,” jelas JM.

Ditanya bagaimana bisa dia bisa masuk dalam proses tender jalan yang nilainya mencapai 5 Miliar lebih.

Kata JM karena dia mendapat dukungan peralatan dari AH dan AL.

“Untuk proyek jalan di Poso hanya AH yang punya AMP (Asphalt Mixing Plant) makanya karena ada peralatan sampe saya juga ikut tender. Tapi itu tidak ada hubungannya dengan pertemuan waktu HUT Poso dengan Ibu EP,” tukasnya.

Terhadap status Yasin Mangun yang telah melahirkan polemik diantara masyarakat Poso, hingga saat ini belum bisa diperoleh kepastiannya.

Pesan singkat yang dikirim media ini belum dibalasnya.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp