Penipuan Berkedok Pinjaman Lunak di Sulteng Semakin Menggila, Warga Harap Polisi Bertindak

Palu,Nuansapos.com – Penipuan berkedok pinjaman lunak mengatasnamakan KSP SEJAHTERA BERSAMA yang sebelumnya sudah pernah diberitakan media ini, kembali menelan korban.
Kali ini menimpa seorang warga Palu berinisial NW (52).
Kepada media korban AW mengaku sudah tertipu 4,5 juta rupiah.
“Saya sudah transfer uang dalam tiga kali pengiriman sebesar yang mereka minta yaitu empat juta setengah. Tapi ketika saya hubungi kembali katanya uang tidak bisa ditransfer, alasannya nomor rekening saya tidak bisa terbaca alias eror,” ungkap AW, Selasa (11/10/2022).
NW sendiri diduga hanyalah salah satu dari sepersekian banyak korban yang enggan melaporan kasusnya kepada polisi.
Kuat dugaan diluar sana masih terdapat banyak sekali korban namun karena malu atau disebabkan oleh satu dan lain hal tidak mau melaporkan kasusnya ke polisi.
Investigasi media Nuansaps.com, pelaku dalam melakukan aksinya menggunakan media sosial Facebook(Fb) yang kemudian dengan kepiawannya menawarkan pinjaman kepada korban yang dianggap aktif berselancar di dunia maya.
Setelah memastikan korbannya, pelakupun lantas memperkenalkan dan mempromosikan koperasi bernama KSP SEJAHTERA BERSAMA yang dapat meminjamkan uang dengan suku bunga yang sangat rendah.
Korban yang memang membutuhkan uangpun ditambah bujuk rayu pelaku akhirnya terhipnotis bahkan bersedia memberikan alamat email, nomor Wa hingga sandi Fb yang diminta pelaku.
Setelah berhasil mendapat sandi korban, pelakupun kemudian menguasai akun Fb korban dan mulai membuat status dengan cara menyamar seolah-olah sebagai pemilik akun yang telah diretasnya.
Dalam statusnya, pelaku dengan menggunakan akun korban kemudian membuat status yang mengatakan ucapan terima kasihnya kepada KSP SEJAHTERA yang telah memberikan pinjaman kepadanya dan mengajak teman-temannya di Fb untuk ikut meminjam.
Untuk lebih meyakinkan korbannnya, pelaku yang telah menguasai akun korban tadi mengarahkan calon korban yang lain untuk berkomunikasi lewat mesenger.
Setelah korbannya masuk ke mesenger yang sebenarnya telah dikuasai pelaku, korban kemudian akan dibuat yakin bisa segera mendapat kucuran dana sesuai yang dibutuhkannya.
Namun sebagai syarat korban harus mengirimkan sejumlah uang sebagai prosedur sebelum pencairan dimana pelaku yang menyamar seolah-olah adalah teman Fb korban menjadi jaminan atas uang yang akan dikirimkannya.
“Kirim saja bunda, saya jaminannya,” ungkap pelaku yang menyamar sebagai teman Fb pemilik akun.
Selain melakukan komunikasi untuk lebih mayakinkan korbannya, selain lewat mesenger para korban juga diarahkan untuk menghubungi salah satu nomor WA tertentu yang sebenarnya adalah nomor pelaku sendiri.

Lewat WA inilah para korban kemudian di cuci otaknya, di rayu sedemikian rupa hingga betul-betul yakin akan diberi pinjaman oleh KSP SEJAHTERA BERSAMA yang belakangan diketahui hanyalah sebuah koperasi fiktif alias bodong.
Aksi pelaku berkedok koperasi fiktif ini hingga saat ini masih bebas berselancar di dunia maya dan secara tersistem secara berkala tidak pernah berhenti melakukan aksinya.
Untuk itu warga masyarakat kepada pihak kepolisian meminta kiranya bersedia menindaklanjuti dan menstop kejahatan di dunia maya berkedok koperasi tersebut.
“Saya hanya bisa berharap polisi bersedia melacak pelakunya, karena ini sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat,” harap YL (50) yang akunnya juga ikut di retas dan menjadi korban dari penipuan tersebut.