NasionalPolitikSulteng

Waktu Kampanye 2020 Cuma 71 Hari, Tidak Ada Arak-Arakan dan Dangdutan

PALU,Nuansapos.Com – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, H. Rusli Dg. Palabbi, SH, MH secara virtual mengikuti Video Converensi kesiapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) dengan narasumber Dirjen Politik dan PUMK, DR. Bachtiar M.Si, Rabu 10 Juni 2020.

Selain Wakil Gubernur dan kepala daerah lainnya, puluhan peserta Vidcom adalah Kepala Dinas Kominfo dan Humas se-Indonesia.

Dirjend Politik dan PUMK, DR. Bahtiar, M.Si dalam pengarahannya meminta seluruh penyelenggara pemerintah dan pelayanan publik agar produktif selama masa pandemi dan berupaya memutus mata rantai penularan Covid-19 serta melakukan penyesuaian dalam berbagai aspek kehidupan, baik aspek penyelenggaraan pemerintahan, kesehatan, sosial dan sebagainya.

Hal tersebut lanjut Dirjen DR. Bahtiar terutama dalam new normal sehingga harus mengikuti protokoler gugus tugas covid-19 yakni cuci tangan menggunakan sabun, pakai masker, dan senantiasa menjaga jarak.

Akibat pandemi covid-19 lanjut Dirjen, Kehidupan berpolitik termasuk pilkada serentak pada bulan september 2020 terpaksa ditunda. Untuk itu dibuatlah Perpu pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2020, sebagaimana opsi yang diusulkan oleh penyelenggara KPU, DPR, Bawaslu serta penyelenggara negara lainnya.

Dirjen juga menegaskan, 15 Juni 2020 tahapan pilkada diaktifkan kembali dgn narasi  Pilkada Luber, Jurdil dan Aman dari covid-19.

Untuk itu, dalam SOPnya mengikuti protokoler gugus tugas covid-19, misalnya pendaftaran balon tidak ada lagi iring-iringan dan hanya perwakilan saja,  demikian pula saat  pengumuman pasangan balon tidak boleh lagi ada kerumunan dan harus diawasi oleh bawaslu dan pihak keamanan.

Kampanye pilkada yang sebelumnya 81 hari, dipangkas tinggal 71 hari dan tidak ada arak-arakan dan dangdutan dilapangan digantikan pertemuan secara virtual dan kegiatan lain mengikuti protokol gugus tugas covid-19.

“Saat pemungutan suara 9 Desember 2020, skenario TPS maksimal 500 orang yang sebelumnya 800 orang. Untuk itu jumlah TPS akan ditambah, sehingga petugas dan anggaran juga akan bẻrtambah,” beber Dirjen Bahtiar.

Pihaknya yakin, pilkada serentak bisa dikendalikan karena yang terlibat hanya orảng dewasa dan hanya salah satu bentuk kenormalan baru dengan mengacu protokoler gugus tugas covid-19.

“Saat ini para pemimpin dịuji pada mâsa krisis ditengah ombak covid-19. untuk itu mari saling mendukung serta mencari solusi dan jangan saling menyalahkan,” Tegas Dirjen Bahtiar.

Rata-rata peserta rapat persiapan pilkada serentak secara virtual se-Indonesia menyatakan kesiapannya dalam mensukseskan pilkada serentak, beberapa masalah yang timbul hanya seputaran anggaran
penanganan protokol covid-19 dalam proses pilkada.

(Sumber Biro Humas dan Protokol)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp