‘Salah Tembak’ 3 Warga Poso Berbuntut Panjang, Satgas Tinombala Akan Dievaluasi dan Dilapor Ke Wakil Presiden

0
714

PALU,Nuansapos.Com – Pertemuan rapat koordinasi bersama anggota DPRD Provinsi Sulteng yang dihadiri 5 anggota DPRD Kabupaten Poso yakni Ketua 2 DPRD Poso, Hidayat Bungasawa, Iskandar Lamuka, Muhammad Yusuf dan Makmur Lapido diruang pertemuan DPRD Provinsi Sulteng Rabu (10/6) menyimpulkan.

Segera akan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kapolda, Danrem, Dansatgas Ops Tinombala, Kapolres Poso dan DPRD Poso.

Menurut pandangan anggota parlemen rakyat di Sulawesi Tengah itu, operasi Tinombala perlu di evaluasi kembali dan hasilnya akan disampaikan kepada Wakil Presiden mengingat cikal bakal hadirnya Operasi Tinombala tersebut merupakan tindaklanjut dari pertemuan bersama Wakil Presiden (saat itu masih dijabat oleh Jusuf Kalla).

“Ia begitu kesimpulannya, tadi juga sempat dibicarakan bahwa operasi Tinombala tidak memenuhi harapan masyarakat Poso dan jauh dari komitmen saat pertemuan DPRD Poso akhir 2015 lalu. Dimana pertemuan itu dihadiri Wapres Jusuf Kalla dan Ibu Ellen Pelealu yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD. Ibu Ellen  minta agar persoalan keamanan di Poso secepatnya diselesaikan. Sementara Pak JK sendiri yang langsung  menginstruksikan penanganannya tapi nyatanya apa? Operasi Tinombala sudah masuk 5 tahun tapi tidak selesai-selesai malah masyarakat petani dan orang tidak bersalah yang jadi korban.Ini sudah yang menjadi inti masalah dan bahasan sehingga DPRD perlu mengambil langkah mengevaluasi dan melaporkannya ke Wakil Presiden,” ungkap salah satu perwakilan anggota DPRD Poso, Iskandar Lamuka kepada Nuansapos.Com menjelang malam tadi.Ft : IstSerupa yang dilaksanakan di DPRD Provinsi, Rapat Dengar Pendapat (RDP)  juga dilakukan di DPRD Poso dengan mengundang Kapolres Poso, Darno, SH.SI.K  untuk didengar keterangannya.

Namun Kapolres dalam pertemuan yang ikutserta dihadiri oleh Tokoh-tokoh Agama dan kelompok organisasi massa siang tadi itu tidak bisa memberikan keterangan berlebihan terkait status atas penembakan Qidam dan 2 petani tersebut.

Karena kewenangan itu kata Kapolres ada pada pimpinan diatasnya lagian tambah Kapolres kasus ini sudah ditangani langsung oleh Tim dari Mabes Polri yang sudah mulai bekerja melakukan penyelidikan dan memeriksa pihak-pihak terkait termasuk saksi-saksi dan korban yang selamat.

Ft : IstRapat Dengar Pendapat di dua lembaga DPRD Poso dan di DPRD Provinsi yang digelar pada hari yang sama siang tadi itu sendiri.

Selain dilatarbelakangi karena ketidaktuntasannya penyelesaian persoalan  di gunung biru juga merupakan buntut panjang dari rangkaian dugaan salah tembak aparat yang akhirnya menewaskan 3 warga Poso, Qidam, Firman dan Syafruddin.

Ketiga korban itu sendiri oleh warga diyakini sama sekali tidak memiliki hubungan dengan pergerakan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang hingga saat ini masih menjadi target satuan tugas Tinombala namun diduga akhirnya harus tewas di ujung peluru akibat salah tembak tersebut.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here