NasionalSulteng

Warga Terdampak Naiknya Debit Air Danau Poso Bakal Terima Kompensasi Dari PT. Poso Energy

POSO, Nuansapos.com – Terungkap dalam sebuah pertemuan baru-baru ini, Managen PT. Poso Energy mengaku akan memberikan kompensasi kepada warga disekitar danau Poso yang terdampak kenaikan debit permukaan air danau Poso.

Pasalnya, dampak peristiwa tersebut telah dirasakan warga sudah sejak 7 bulan terakhir, yang diperkuat adanya data Dinas Pertanian Kabupaten Poso ada sekitar 400 hektar sawah yang gagal tanam dan ada sebanyak 94 ekor kerbau yang mati disebabkan kekurangan gizi.

“Di Desa Tokilo dan Tindoli saat ini kerbau di wilayah itu susah mencari makan. Sehingga warga dua desa ini minta ganti rugi,” Kata kadis pertanian Suratno pada jumpers di PT. Poso Energy.

Irma Suryani Manejer lingkungan & CSR PT. Poso Energy, mengatakan bahwa penerima dana kopensasi Ini bukan hanya untuk warga Kecamatan Pamona dan Tenggara, namun secara keseluruhan wilayah terdampak.

“Tidak bisa kami pungkiri pengaruh dari operasional perusahaan kami. Hal ini terjadi sejak bulan agustus. Kami telah lakukan dialog dengan warga terdampak di Kecamatan Pamona Puselemba, Barat dan Tenggara. Kami telah menerima usulan warga terkait dampak dari naiknya air danau Poso,” ungkap Irma.

Hanya saja kata Irma, pihak managemen PT. Poso Energy, belum setuju soal luas areal yang terendam yang diajukan warga terdampak. Yang menurut hemat mereka hanya sekira 200 hingga 300 hektar saja.

Sementara data dari warga terdampak dan Dinas Pertanian menyebutkan ada sekitar 400 lebih hektar areal yang terendam.

“Tidak semua banjir di sawah warga disebabkan karena Poso Energy. Tapi ada 6 sungai besar yang jika banjir bisa menggenangi ratusan hektar sawah dan lahan gembalaan warga, ” tutur Irma, seraya menambahkan uji coba kami, baru sekitar 7 bulan terakhir, bukan tiga tahun seperti yang dikatakan warga.

Dia juga mengaku jika laporan dari desa melalui kepala Dinas Pertanian kabupaten Poso terkait jumlah ternak yang mati, akan kami jadikan referensi untuk melakukan upaya selanjutnya.

“Kami siap membantu, lapangan ternak dan pengadaan sejumlah bantuan bibit serta ternak kepada warga terdampak,” terangnya.

Sementara itu, Camat Pamona Tenggara Yunirson Penyami kepada sejumlah pewarna mengaku jika sejak ratusan tahun, mereka hidup di wilayah itu dengan beberapa sungai yang ada di wilayahnya. Seperti sungai Kodina dan lainya jika musim penghujan memang membanjiri lahan pertanian dan peternakan.

Namun kata dia, itu hanya sekitar dua minggu lamanya telah surut. Dan mereka hidup dan bercocok tanam di sana. Namun Saat ini jauh berbeda, setelah ada aktifitas perusahaan, sampai saat ini sawa dan ladang pengembalaan hewan terus terendam air, bebeda dengan dulu.

“Kami sejak puluhan tahun tinggal di daerah ini tapi tidak banjir seperti saat ini. Ini disebabkan oleh adanya Poso Energy. Terkait dengan kurugian warga seperti lahan persawahan dan peternakan yang tergenang banjir. Mereka (warga.red) minta ganti rugi lahan dan ternak yang mati, kepada Poso Energy,” Jelas Yunirson.

Yunirson juga mengakui tahun 2020 ada sebanyak 94 ekor kerbau di tiga desa, Tokilo, Tindoli dan Tolambo yang mati, memang bukan semuannya karena Poso Energy. Tapi warga tahu sebabnya oleh air danau yang tak kunjung surut.

“Tahun ini dua semester tiga desa di wilayah saya terpaksa tidak bisa bersawah akibat air danau tidak surut padahal sebelumnya mereka tetap bertani sawah. Kami ingin agar jangan ada gesekan antara PT. Poso Energy dengan warga di sana,” ujar salah seorang kades.

Sedangkan Kades Tokilo mengatakan kehadiran dirinya di pertemuan Poso Energy, sebab ada persoalan di wilayah desanya yang erat hubungannya dengan aktifitas pihak Poso Energy. Bahkan perjanjian ganti rugi itu telah lama disampaikan, hanya belum diselesaikan oleh pihak perusahaan.

“Sampaii saat ini belum ada penyelesaian ganti rugi itu. Sehingga warga kami saat ini tidak yakin lagi dengan komitmen itu. Sebelumnya lahan kami tidak tergenang seperti saat ini,” telas kades.

Seoran perwakilan petani dan peternak dari Desa Tokilo mengatakan yang mengetahui keadaan danau poso adalah mereka warga lokal, bukan dari pihak PT. Poso Energy melalui citra satelit dan laporan ilmiahnya. Olehnya kehadirannya sekaligus membawa aspirasi petani dan peternak yang mengalami dampak dari banjir yang tidak junjung surut sampai saat ini.

“Perusahaan harus memberikan kompensasi terhadap kerugian warga. Ketika adanya pengerukan di sekitar hulu sungai Poso oleh PT. Poso Energy. Kami minta akomodir kerugian warga, ” jelas jubir petani dan peternak dua desa tersebut.

Senada Kades Pasir Putih Yansel Ondja juga mendesak pihak PT. Poso Energy untuk segera melakukan ganti rugi kepada warga peternak dan petani sawah yang terdampak.

Sedangkan pihak managen PT. Poso Energy mengatakan kalau pihak perusahaan sedang mempejari jumlah kerugian warga terdampak, untuk diberikan kompensasinya.

“Kami berjanji akan segera memberikan kompensasi kepada warga dengan melalui verifikasi dan prosedur terhadap siapa yang berhak menerimanya agar jangan salah sasaran,” tutup Irma.

David Mogadi

David Mogadi Biro Poso

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp