Akan Dibuka Kembali, Gubernur Sulteng Cek Kesiapan Bandara dan Maskapainya

0
411

PALU,Nuansapos.Com – Menjelang pembukaan kembali penerbangan maskapai di Bandara Sis Aljufri Palu pada bulan Juni 2020 ini.

Gubernur Sulawesi Tengah, Drs. Longki Djanggola, M.Si menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, Ubaedillah dan Perwakilan Maskapai serta Dinas Kesehatan dan pihak Kesehatan Pelabuhan (KKP), Jumat (29/5).

Dalam rapat tersebut Gubernur menegaskan pihak Bandara memperketat pemeriksaan penumpang untuk mencegah penularan virus Covid-19.

Merespon permintaan tersebut, Kepala Bandara, Ubaedillah mengatakan hal tersebut sudah terlebih dahulu dilakukan yang melibatkan pihak Perwakilan Maskapai, KKP dan Dinas Kesehatan sesuai yang dimaksudkan oleh gubernur.

Menurutnya proses pemeriksaan penumpang akan melewati beberapa cek poin untuk mengecek keabsahan dokumen dan kesehatan (suhu tubuh) dimana akan melibatkan unsur Dinas Kesehatan, KKP dan TNI/Polri.

Apabila didapat kekurangan maka dipastikannya penumpang tersebut akan dibatalkan keberangkatannya.

Selain memperlihatkan surat kesehatan bebas covid, penumpang juga wajib membawa hasil rapid test atau swab PCR untuk pembuktian.

Untuk rapid tes sendiri tambahnya memiliki jangka waktu kadaluarsa 3 hari sedang PCR sampai 7 hari.

Sementara bagi penumpang yang tiba dan setelah dicek menunjukkan gejala covid pihak bandara sudah menyiapkan ruang isolasi sebelum Ia dijemput otoritas kesehatan.

Mendengar penjelasan tersebut, kepada Perwakilan Maskapai Gubernur akhirnya meminta agar mensosialisasikan tentang kelengkapan dokumen dan kesehatan yang wajib dipenuhi calon penumpang sebelum terbang.

Ia juga menyarankan supaya maskapai hanya menjual tiket di kantor perwakilan dan menyetop dulu penjualan baik lewat travel maupun online.

Sebaliknya dari Perwakilan Maskapai, gubernur mendapat informasi bahwa belum semuanya siap mengudara kembali Juni nanti.

Terungkap bahwa baru Garuda Indonesia yang menyatakan siap melayani penumpang komersil per 3 Juni dengan frekuensi penerbangan 4 kali seminggu.

Sedang perwakilan Lion Air menyatakan baru akan menerbangkan penumpang pada pertengahan Juni.

“Manakala anda menjual tiket maka anda turut bertanggungjawab atas keabsahan calon penumpang itu siap terbang, tegas gubernur seraya mengajak maskapai turut membantu pencegahan covid-19.

(Sumber : Biro Humas dan Protokol Setdaprov Sulteng)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here