Alamak…Bantuan Masyarakat Miskin di Poso Diterima PNS, Pensiunan dan Perangkat Desa

0
1916

POSO,Nuansapos.Com – Penyaluran bantuan Covid-19 berupa BST atau Bantuan Sosial Tunai dari APBN dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa  yang bersumber dari Pemerintah Pusat di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah tidak tepat sasaran.

Penyaluran itu, juga bertabrakan dengan hukum dan kebijakan Pemerintah Pusat. Di daerah ini, anggaran yang seharusnya diberikan kepada masyarakat miskin malah diberikan kepada orang yang salah dan berkecukupan, baik dari sisi finansial maupun materialnya.

Buktinya dana yang seharusnya diterima warga miskin di daerah itu malah diberikan kepada PNS, Pensiunan, Perangkat Desa dan keluarganya.

Tiga bukti diantaranya terjadi di Desa Sepe dan di Desa Batigencu, Kecamatan  Lage  serta  di Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara.

Kepala Desa Sepe, Yetidia Merontjo (kanan) bersama Bupati Poso, Darmin Sigilipu saat pembagian BLT Dana Desa di Sepe beberapa pekan lalu.Penelusuran media ini, penerima bantuan di Desa Sepe  berasal dari keluarga Pensiunan PNS berjumlah 5 orang atas nama Etji Baligau pensiunan guru golongan IV, Yoseba Eseka pensiunan guru golongan IV, Femi Todindi pensiunan guru golongan IV, Yoksan Menongko pensiunan Pegawai PU Poso dan Yusuf Sumule pensiunan penjaga sekolah Sepe.

Sementara di Batigencu 3 orang terdiri dari 2 Perangkat Desa dan 1 orang berstatus isteri salah satu dari dua perangkat yang bertugas di desa tersebut.Ketiganya adalah Demus,Yarden dan Amelia.

Di Desa Tolambo, Kecamatan Pamona Tenggara di duga diterima oleh 2 orang yakni PNS Guru bernama Mitra Mengkasa dan Askar Papoiwo (Perangkat Desa).

Kepala Desa Sepe, Batigencu dan para warga yang dihubungi Media ini tidak membantah adanya penerima bantuan berstatus PNS, Pensiunan PNS, Perangkat Desa dan keluarganya tersebut.

Meskipun alasannya berfariasi namun mereka tidak menepis jika perbuatan tersebut merupakan tindakan yang melanggar peraturan hukum dan kebijakan Pemerintah Pusat.

Terkait 5 penerima bantuan di Sepe Kepala Desa Sepe, Yetidian Merontjo membenarkannya. Dalilnya karena sudah melalui Musyawarah Desa.

Sementara Kepala Desa Batigencu, Amsal Molowe yang dihubungi Nuansapos.Com Sabtu (30/5) pagi tadi mengaku kaget dan tidak mengerti kenapa bisa kedua nama Perangkat Desa dan isteri salah satu dari kedua perangkat desanya itu tiba-tiba muncul dan bisa menerima yang notabenenya menurut dia menyalahi aturan yang ditetapkan.

Meskipun demikian Kepala Desa ini tidak menepis jika dia pernah memasukan data yang diminta Dinas Sosial Poso. Namun menurut Amsal data yang dimasukannya itu bukanlah data untuk bantuan Covid karena penyerahannya dilakukan pada tahun 2019 atau pada masa sebelum Covid.

Mungkin data inilah yang kemungkinannya kata Amsal dikirim sehingga ketiga orang tersebut bisa lolos dan menerima bantuan tersebut.

Askar Papoiwo (jaket biru) saat menerima bantuan di Kantor Pos.Terkait Perangkat Desa dan PNS Guru penerima bantuan di Tolambo Ketua BPD, Dali Rantaola yang dikonfirmasi mengaku kaget dan berjanji akan melakukan pemeriksaan terhadap data yang dimaksud.

Mitra Mengkasa tertangkap kamera sedang mengantri di Kantor PosNamun dari keterangan warga adanya 2 nama tersebut dibenarkan warga bahkan foto keduanya sempat tertangkap kamera saat melakukan penerimaannya di Kantor Pos.

“Ia memang ada dua orang, satu PNS Guru dan yang satunya lagi Perangkat Desa,” jelas warga seragam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here