Hukum KriminalNasionalSulteng

Anatomi Kecelakaan Sulteng Dimasa Pendemi 170 Kasus : Puluhan Meninggal Dunia dan Luka Berat

PALU,Nuansapos.Com – Ditengah pandemi covid-19 tugas-tugas Kepolisian dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan termasuk tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) ternyata berjalan seperti biasanya termasuk pada Satuan kerja Direktorat Lau Lintas Polda Sulteng dibawah pimpinan Kombes Polisi Kingkin Winisuda, SH, SIK.

Dalam keseharian penugasan, pihaknya terus berupaya melakukan Harkamtibmas bidang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kmseltibcarlantas) semenjak penetapan pandemi covid-19 di tanah air.

Kingkin, dari ruang kerjanya Jumat (5/6/2020) juga memberikan gambaran Anatomi kecelakaan lalu lintas (Laka lantas) yang terjadi sejak 31 Maret sampai dengan 31 Mei di Sulawesi Tengah atau sejak adanya Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus tugas penanganan covid-19.

Dalam anatomi itu dijelaskan, setidaknya terdapat 25 jumlah angka Laka Lantas terdiri dari Laka tunggal, Laka menonjol, Laka tabrak lari,  Laka tabrak beruntun  dan Laka berdasarkan fungsi jalan.

Totalnya kata Kingkin berjumlah 170 kasus dengan korban meninggal dunia 51, luka berat 77, luka ringan 199, tidak ada luka 104, luka tidak diketahui 10 dan kerugian materiil Rp 582.050.000.

Selanjutnya terdap pula 16 kasus Laka tunggal dengan korban meninggal 8 orang, luka berat 3 orang, luka ringan 12 orang dan kerugian materiil Rp 100.500.000, sedangkan kasus Laka menonjol nihil.

Sementara untuk Laka tabrak lari 8 kasus dengan 1 orang meninggal dunia, 4 luka berat, 5 luka ringan dengan kerugian Rp  3.100.000.Untuk tabrakan beruntun 5 kasus dengan korban meninggal 1 orang, 3 luka berat, 12 luka ringan dengan kerugian materiil Rp 68.400.000, jelas Kingkin.

Masih  kata mantan Kasubdit di Korlantas Polri ini, untuk kejadian berdasarkan  fungsi jalan umumnya terjadi di Jalan Arteri terdiri atas 100 kasus,  di Jalan Provinsi 67 kasus, Jalan Kabupaten/Kota 54 kasus dan Jalan Nasional 37 kasus.

Berdasarkan jenis Laka terbanyak karena benturan depan dengan depan kendaraan yaitu 71 kasus, tabrak manusia 24 kasus dan tabrak depan-belakang 19 kasus, sementara waktu kejadian laka lantas banyak terjadi antara jam 18.00-21.00 wita 39 kasus.

Sedangkan orang sebagai korban dilihat dari usianya terbanyak berusia antara 15-19 tahun totalnya 48 orang sementara berdasarkan pekerjaan korban terbanyak dari pelajar/mahasiswa 49 orang, ditinjau dari latar belakang Pendidikan korban SLTA 54 orang, SMP 33 orang dan SD 15 orang, S1 8 orang dan tidak diketahui Riwayat pendidikannya 76 orang.

Sementara untuk Pelaku Laka lantas dilihat dari latar belakang profesi terbanyak pelajar/mahasiswa 20 orang, dilihat dari kelompok usia terbanyak usia antara 10-14 tahun sebanyak 12 orang, latar belakang Pendidikan pelaku yang terlibat laka lantas terbanyak SLTA/sederajat 19 orang.

Pelaku dilihat dari kepemilikan SIM yaitu yang punya SIM A 1 orang, SIM B2 1 orang, SIM C 4 orang, tanpa SIM 27 orang, sedangkan untuk jenis kendaraan yang terlibat laka terbanyak adalah jenis sepeda motor (R2/R3) ada 101 kendaraan,

Pelaku dilihat dari prilaku karena tidak waspada akan lalu lintas dari depan 16 orang, melampui batas kecepatan 12 orang, ceroboh saat belok 10 dan data tidak diketahui 49. Berdasarkan kondisi jalan kecelakaan terjadi banyak terjadi dengan kondisi jalan baik yaitu sebanyak 65 kasus, berdasarkan geometri jalan kecelakaan banyak terjadi di jalan lurus yaitu 51 kasus.

“Berdasarkan cuaca laka lantas banyak terjadi saat cuaca cerah yaitu 56 kasus, Berdasarkan kondisi cahaya terbanyak laka terjadi kondisi cahaya terang/jelas yaitu 49 kasus, terakhir laka lantas terjadi dilihat dari kondisi awal kendaraan karena rem tidak berfungsi 5 kasus, rusak sistem kelistrikan 1 kasus, kerusahan As gardan 2 kasus dan tidak diketahui datanya 224 kasus,” tutup orang nomor satu dilingkungan Direktorat lalu lintas Polda Sulteng ini. (Bidhumas Polda Sulteng)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp