Anggota DPD RI Abdul Rachman Thaha, Minta Penanganan MIT Poso Diambil Alih Pihak TNI
PALU, Nuansapos.com – Dinilai telah banyak memakan korban, baik itu dari sparatis kelompok sipil bersenjata, anggota Mujahidin Indonesi Timur (MIT), personil satgas (TNI/Polri) dan warga sipil (pertani.red), serta telah menghabiskan banyak anggaran, memantik tanggapan serius dari seorang anggota dari Komite I DPD RI asal Dapil Sulteng dr Abdul Rachman Thaha (ART), yang meminta agar penanganan MIT Poso ini, diambil alih oleh pihak TNI.

Hal tersebut terungkap saat dirinya berbica dalam sebuah tayang berita TVRI
baru-baru ini, ART berpendapat apa yang dilakukan anggota MIT Poso selama ini, bukan lagi kategori kejahatan biasa, tetapi telah mengarah pada gerakan sparatis atau membentuk negara dalam negara.
“Kalau langkah ini, belum terselesaikan hingga detik ini, itu perluh menjadi sebuah pertanyaan. Pertanyaannya bagini, apalagi dengan situasi kondisi saat ini, mau tidak mau anggaran itu, setiap tahun disiapkan oleh negara melalui APBN yang tidak sedikit untuk menangani konflik yang begitu cukup luar biasa. Poso ini dijadikan pion bahwa disitu betul-betul konfliknya luar biasa. Ini bisa menjadi atensi kedepan bahwa bapak Presiden meminta kepada TNI, dengan pertimbangan yang memiliki ilmu perang adalah TNI. Berikan kewenangan pada TNI, biar dia yang menyelesaikan.” ungkap ART.

Diketahui, operasi perburuan terhadap kelompok sipil bersenjata MIT di Poso telah dimulai sejak tahun 2012 silam, hingga saat ini tak kunjung selesai, meskipun telah beberapa kali berganti sandi operasi.
Selain itu, penanganan kelompok MIT di wilayah Kabupaten Poso, juga telah memakan banyak korban jiwa dan anggaran negara. Bahkan telah mengarah pada gerakan sparatis, membentuk negara dalam negara.