Bocorkan Informasi Nasabah, BRI Cabang Poso Terancam Dipolisikan

0
283

POSO, Nuansapos.com – Sempat viral di Medos, calon wakil bupati Poso dari nomor urut satu M. Yasin Mangun, akhirnya angkat bicara dengan tegas mengatakan jika pihaknya akan melakukan upaya hukum terhadap pihak BRI Poso terkait kebocoran data dan informasi dirinya sebagai nasabah BRI dari seorang stafnya, sehingga kebocoran kerahasiaan nasabah itu telah menjadi konsumsi publik.

“Dengan bocornya informasi saya selaku nasabah di BRI yang mendapatkan Bantuan Presiden produktif usaha mikro (BPPUM) berarti keamanan nasabah di sana telah terancam dan bocor ke publik. Hal ini akan kami lakukan upaya hukum dengan melaporkan ke pihak Polres Poso, ” sebut mantan komisaris perusahaan daerah Sulawesi Tengah itu kepada sejumlah awak media saat jumpa pers, Rabu (21/10/2020).

Menurut Yasin dirinya viral di media sosial setelah diposting oleh beberapa oknum jika dirinya mendapatkan bantuan UMKM melalui BRI itu. Dan memang benar sejak tanggal 7 dan 15/10 dirinya mendapatkan sms banking dari BRI yang isinya memberitahukan jika dirinya salah satu penerima bantuan tersebut.
Tapi sms tersebut saya abaikan. Dan tidak pernah berinisiatif untuk mengecek dan mencairkan bantuan itu.

“Setelah itu sejak dua hari kemarin informasi itu viral di medsos yang diduga digunakan oleh tim paslon lain untuk menjelekkan saya melalui beberapa oknum. Setelah dilakukan pengecekan kepada oknum yang memposting info itu mereka mengaku jika hal itu diposting oleh beberapa orang dengan inisial AJJ, ED, AL dan MDJ. Bantuan itu tidak pernah saya usulkan dan ssya kaget kenapa saya masuk sebagai penerima. Dana itu sampai saat ini ada di tekening saya, tapi diblokir, sebab saya tidak bisa cairkan dan memang saya tidak akan cairkan, jadi jika diisukan saya menggunakan bantyan UMKM itu tidak benar” tutur Yasin yang mantan ketua KPUD Poso itu.

Yasin juga mengakui, di hari yang sama (Rabu 21/10/2020.red) pihaknya juga telah melakukan klarifikasi ke pihak BRI unit Kasintuwu di Kelurahan Sayo, sebagai awal dirinya membuka rekening tersebut untuk mendapatkan kepastian jika memang dirinya benar mendapatkan bantuan itu.

Dan benar, jawaban dari BRI unit tersebut benar ada. Tapi dana tersebut bisa dicairkan jika dirinya telah memenuhi persaratan dan mengisi formulir serta memberikan nomor induk kewarganegaraan atau NIK.

Hanya saja kata Yasin, pasti dirinya tidak dapat cairkan, sebab saat ini ia telah menggunakan KTP El yang baru. Dan memang tidak ada niat untuk mencairkan sebab, setaunya dirinya juga tidak pernah bermohon untuk mendapatkan bantuan tersebut.

“Saya tidak pernah minta ke instani manapun agar nama saya memdapatkan bantuan senilai Rp 2.400.000 itu. Setelah diarahkan ke kantor BRI cabang Poso dan mempertanyakan mengapa pihak lain bisa mengakses nama dan rekening saya, ternyata ada oknum BRI cabang Poso yang membocorkan hal itu. Sebab hanya mereka yang bisa mengakses info itu perorang yang akan menerima berarti BRI telah membocorkan rahasia nasabahnya ke orang lain dan hal itu bertentangan dengan aturan yang ada, ” akunya.

“Akibat peristiwa ini saya dan tim hukum akan menempuh jalur hukum dengan akan melaporkan pihak BRI ke Polisi. Hal ini agar ada pembelajaran agar ke depan tudak dilakukan ke nasabah lainnya, ” tegas Yasin.

Kepada wartawan kepala cabang BRI Poso Leo mengaku jika institusi yang dipimpinnya tidak pernah menginstruksikan hal itu untuk dibuka ke publik.

“Saya tidak pernah perintahkan agar staf saya itu berbuat seperti itu, sebab tindakan itu sangat bertentangan dengan aturan perbankan dan itu adalah tindakkan oknum bukan dari BRI,” ujarnya.

Ditambahkan oleh petinggi BRI lainnya jika oknum staf yang bocorkan info nasabah itu secara interen akan mendapatkan sangsi dari institusinya.” Dia pasti akan mendapatkan beberapa sangsi dari atasan, mungkin penurunan pangkat dan jabatan serta penundaan karier, ” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here