Kasus Narkoba “AI” Oknum Anleg Morowali Memasuki Babak Baru

0
273

 

Morowali NP
Polres Morowali secara resmi telah merilis status oknum Anggota Legislatif (Anleg) Morowali inisial AI dari Partai Demokrat, ditetapkan sebagai Tersangka (Tsk) atas dugaan penyalahgunaan Narkoba jenis shabu-shabu.

Penetapan “AI” oknum Anleg Morowali itu sebagai Tsk tentunya merupakan babak baru di internal Partai Demokrat, begitupun secara kelembagaan (DPRD Morowali) sudah sepatutnya memberikan sanksi tegas atas tindakan tak terhormat dari oknum anggota dewan yang terhormat itu.

Dari internal Partai tak diragukan lagi sanksi tegas sedang menanti, hal ini diperkuat dengan statemen ketua DPC Demokrat Morowali Sarifudin Hafid yang dengan tegas menyatakan bahwa proses internal Partai akan dilakukan setelah AI berstatus hukum.

“Kami masih menunggu penetapan status resmi dari pihak berwajib dinda baru kami lakukan proses sesuai aturan yang berlaku di internal partai kami,” Terangnya kepada media ini yang dikonfirmasi saat kadernya itu diciduk aparat.

Kini status AI sebagai Tsk sudah berkekuatan hukum tak ada lagi alasan untuk tidak melakukan proses agar nama partai bersih dan untuk sebuah kebenaran maka kader yang terbukti melanggar hukum harus diberi sanksi tegas .

Ketua DPC Morowali Syarifudih Hafid SH yang dimintai tanggapannya dengan tegas menyatakan akan segera melakukan proses di internal partai berdasarkan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang berlaku.

“Kami segera lakukan proses selanjutnya sesuai AD/ART partai dindaa,” Terangnya singkat padat dan jelas.

Secara kelembagaan, publik masih menanti tindakan tegas melalui badan kehormatan (BK) DPRD Morowali bahkan tak menutup kemungkinan sanksi pemecetan dapat dilakukan yang berujung pada Pengganti Antar Waktu (PAW) sehingga marwah dan kehormatan lembaga terhormat itu tetap terjaga.

Sebab ada tiga musuh bersama bangsa ini yang harus diperangi saat ini, salah satunya Narkoba yang merupakan kategori Extra Ordinary Crime maka penanganannya pun harus dilakukan secara luar biasa.

Apalagi yang melakukan adalah pejabat publik wakil rakyat tentunya tak ada toleransi, hukum harus ditegakkan setegak-tegaknya agar hal tersebut menjadi efek jera bagi wakil rakyat lainnya.

Ketua BK DPRD Morowali Daeng Pasolong yang dikonfirmasi via pesan Whats App (WA) di Nomor 0822952197xx, memilih untuk tidak memberikan keterangan padahal terlihat dua centrang biru pada pesan yang dikirim oleh wartawan media ini (22/10/2020).

Sebelumnya aparat kepolisian menangkap oknum Anleg inisial AI (52) bersama 2 orang temannya inisial MN (53) dan AH (41) yang berprofesi sebagai wiraswasta, sedang menggunakan barang haram tersebut disalah rumah warga yang beralamat di seputaran Desa IPI Kec.Bungku Tengah Kab.Morowali Prov.Sulawesi Tengah.

Dari tangan para Tsk ditemukan barang bukti (BB) tiga bungkus plastik bening berisikan Narkotika jenis shabu dengan berat bruto 1,88 gram, kemudian 2 buah pipet plastik 1 kaca Pireks 1 buah dompet warna coklat satu buah timbangan digital 1 buah korek api gas dan sumbu dan 1 buah baju jas warna hitam serta 3 unit handphone masing-masing merk Samsung, Vivo dan Nokia warna biru.

Ketiga orang Tsk disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat (1) Junto Pasal 132 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dimana Setiap Penyalahguna Narkotika pidana penjara minimal 5 Tahun dan maksimal 20 Tahun atau denda Rp.1 Milyar.

“Jadi ketiga Tsk ini dijerat UU Narkotika dengan ancaman hukuman minimanal 5 Tahun penjara maksimal 20 Tahun penjara atau denda Rp.1 Milyar,” Ungkap Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguno SIK MIK kepada sejumlah awak media saat menggelar press realiase di Mapolres Morowali (21/10/2020).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here