Cegah Stunting, TP-PKK Kabupaten Melalui Pokja II – IV Melakukan Penyuluhan di Kecamatan

0
234

PARIMO, nuansapos.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Parigi Moutong melalui Pokja II dan IV melakukan Penyuluhan dan simulasi pola asuh anak dan remaja serta penyuluhan Kesehatan Reproduksi dalam rangka pencegahan Stunting di 56 lokus Stunting di 12 Kecamatan yang ada di Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan tersebut diawali di Kecamatan Moutong, Selasa (10/3/2020).

Ketua TP PKK Kabupaten Parigi Moutong Dra Hj Noor Wachidah Prihartini S Tombolotutu saat memberikan Penyuluhan pertama di Desa Salepae dan Desa Tuladengi Kecamatan Moutong mengatakan, pencegahan Stunting melalui pola asuh anak dan remaja menjadi sangat penting guna menumbuhkembangkan generasi yang sehat dan berkualitas yang diharapkan oleh bangsa dan Negara.

Noor Wachidah menjelaskan, usai dilakukan Simulasi pola asuh anak melalui permainan oleh Dasa Wisama PKK Desa Tuladenggi telah memberikan manfaat dan gambaran Keluarga sehingga yang dulunya kata ia suka membentak anak walaupun niat menegur teapi harus dihilangkan dengan banyak memberikan senyuman sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri anak dan dapat meningkatkan kualitas keluarga.

“Melalui Simulasi tadi, saya harapkan sampai dirumah ada perubahan dalam keluarga kita, yang tadinya banyak membentak anak sekarang banyak senyuman,”Imbuhnya.

Menurtnya, anak yang mempunyai perhatian lebih dari orang tuanya dipastikan tidak nakal dan tumbuh cerdas sesuai harapan keluarga. Ia mencontohkan,  seperti kejadian baru baru ini yang sempat menggegerkan dunia maya serta melalui berita di Televisi adanya anak usia 15 tahun membunuh anak 6 tahun dengan bangga melapor ke pihak yang berwajib bahwa anak tersebut puas membunuh.

“Saat ditanya Polisi, mengapa puas membunuh, si anak menjawab karena dia tidak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya sehingga film pembunuhan secara sadis, film horor yang ia tonton melalui youtobe ia praktekan kepada orang lain karena tidak mampu menahan amarah, bahkan binatang sekalipun seperti kucing dan lain sebagainya di siksanya,”Tuturnya.

“Ini merupakan sebuah luapan si anak yang tidak pernah menerima kasih sayang orang tua. Tolong dijaga seperti ini jangan sampai terjadi kepada kita. Kedepan anak anak kita inilah yang akan menggantikan kita,”Tambahnya.

“Kita harapkan saat ini adalah anak yang berkualitas dan mempunyai kemampuan tinggi serta keinginan besar, sehingga anak tersebut dengan kecerdasaanya bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, dan yang terpenting sekali adalah mengajarkan Pendidikan agama sejak dini, karena Agama merupakan pendidikan yang kuat. Lebih membahayakan saat ini adalah Narkoba. Kita sekarang perang dengan narkoba, kalau dulu perang dengan jepang dan belanda melawan dengan senjata Bamburuncing saat ini kita perang dengan memberantas Peyalahgunaan Narkotika dengan cara menanamkan nilai nilai agama serta memberikan sosialisasi pencegahan terhadap obat haram tersebut,”Tutupnya. (NP1)

Rislan / Diskominfo

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here