Dampak Covid-19, Dua OPD Di Poso Tutup Sementara

0
91

Selama 14 Hari. Kantor Dukcapil Poso Tutup Layanan Publik

POSO, Nuansapos.com – Kantor Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Poso, untuk sementara menutup semua aktifitas pelayanan publik administrasi kependudukan selama 14 hari kedepan, terhitung sejak hari ini, Selasa 12 Januari 2021, menyusul adanya sejumlah pegawai / staf yang bertugas di kantor dinas pelayanan publik tersebut yang terkonfirmasi positif Corid-19.

Tindakan tersebut juga dikuatkan dengan diterbitkannya surat pemberitahuan yang ditandatangai langsung oleh Sekretaris Dinas Dukcapil Kabupaten Poso Marmin SE.M. Si, tertanggal 11 Januari 2021.

“Langkah preventif ini dilakukan, guna memutus penyebaran virus corona dilingkungan dinas, serta bertujuan memberikan kesempatan karantina mandiri bagi meraka yang sebelumnya telah terkonfirmasi positif serta bagi staf lainnya yang akang melakukan swab test PCR,” ungkap Marmin sebagaimana isi surat pemberitahuannya.

Dampak Covid -19, Dinas Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Kabupaten Poso

Demikian halnya juga yang dilakukan oleh Dinas Pengendalian Pendudukan Dan Keluarga Berencana (Dispengduk Dan KB) Kabupaten Poso. Selama dua pekan kedepan, terhitung mulai tanggal 13 hingga 25 Januari 2021, akan menutup sementara semua aktifitas di kantor tersebut.

Langkah ini dilakukan, menyusul adanya 3 orang staf dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, yang terkonfirmasi positif Covid-19, berdasarkan hasil swab test yang diterima.

“Yang terkonfirmasi positif diwajibkan karantina mandiri dan bagi mereka yang merasakan ada gejala agar segera periksakan diri ke RSUD Poso. Pegawai/Staf yang memiliki kontak erat dengan yang positif, juga disarankan segera lakukan swab test, termasuk keluarganya di fasilitas kesehatan terdekat.” ucap Kadis Pengduk Dan KB Poso dr. Djani Moula M.Kes.MM, sebgaiman isi surat laporannya kepada Bupati Poso.

Guna menghindari kevakuman aktifitas, semua kegiatan kantor yang sifatnya administrasi ujar Djani menambahkan, semua dilaksanakan dari rumah atau work from home dan tetap saling berkoordinasi serta melarang semua pegawai dinasnya untuk keluar kota.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Kabupaten Poso Yan Guluda, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut membenarkan diberlakukannya penutupan sementara kantor OPD, apabila ada pegawai / staff nya yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19, sesuai hasil swab test.

“Kalau sudah jelas ada pegawai di OPD itu yang positif, OPD tersebut harus ditutup sementara selama 14 hari. Hal ini dimaksudkan untuk memutus rantai penyebaran virus corona. Sambil dilakukan tracking dan swep rest serta karantina.” imbuhnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here