Di Poso, Polisi Tangkap 2 Pelaku Penyebar Hoax Covid-19 Kabur dari Rs Undata Palu !!!

0
1864

PALU NP – Kasus penyebaran informasi Hoaks di media sosial (Fb) yang menyatakan pasangan suami isteri (Pasutri) Pasien Dalam Pamantauan (PDP) Covid-19 melarikan diri dari Rs Undata Palu yang diposting oleh akun bernama Rabia Najwa warga Kecamatan Taopa, Kabupaten Parigi Moutong, Sulteng berbuntut panjang.

Selain menangkap Najwa, Polisi juga ikut menyeret 2 nama pengguna Fb berinisial FM (32 ) warga Jalan Sam Ratulangi Poso dan AA juga 32 tahun beralamat di Desa Kalora Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.


Penangkapan polisi tersebut merupakan laporan dari pelapor yang sama (HS) yang katanya ikut melihat adanya postingan serupa atau sebagaimana yang dibuat oleh tersangka Rabia Najwa yang sudah terlebih dahulu diamankan Polisi.

Setelah mengumpulkan bukti dan melakukan profelling terhadap kedua akun tersebut.

Penyidik Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng langsung bergerak dan melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka pada Rabu (08/4) siang tadi.

Dihadapan Penyidik  Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng, kedua tersangka tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Salah satu tersangka Hoax dalam pemeriksaan Polisi (Ft: Humas Polda)

“Benar hari ini Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Sulteng baru saja kembali dari Poso melakukan penangkapan tersangka pembuat konten yang memuat informasi hoaks inisial F dan A,” Jelas Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, SIK.

Menurut Didik, keduanya ditangkap karena postingannya di media sosial menyerupai postingan Rabia Najwa yaitu menuliskan kalimat “Info falid dari pihak Kepolisian dan Lurah Bonesompe, telah kabur PDP dari RS Undata sekitar jam 10 …”

Seperti yang dilakukan Rabia Najwa, kedua tersangka juga ikut menambahkan foto Kartu Tanda Penduduk kedua korban HS dan suaminya IN dalam postingannya.

Setelah ditelusuri, tersangka A ternyata masuk dalam Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Poso.

Motif tindakannya teledor karena tidak menunggu pengumuman resmi dari pihak berwenang lagipula tidak dibenarkan memposting identitas lengkap berikut KTP apabila ada ODP, PDP maupun yang positif Covid-19.

Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Polisi Didik Supranoto, SIK : “Tersangka dijerat pasal UU ITE dengan hukuman 6 tahun dan atau denda Rp 1 milyar” 

Sementara untuk tersangka F, katanya memperoleh informasi tentang larinya pasien tersebut dari tersangka A yang kemudian dilanjutkannya dengan cara memposting caption berikut KTP kedua korban di media sosial.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 28 ayat (1) dan/atau pasal 45 ayat (1) Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik yaitu setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun dan/atau denda maksimal Rp 1 Milyar,” tutup Didik terkait kedua tersangka tersebut (NP05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here