Di Vonis Bebas, JPU Tabung Gas 3 Kg Ajukan Kasasi

0
571

PALU NP – Vonis bebas terhadap 4 terdakwa pengedar tabung gas elpiji 3 Kg yang di putus Majelis Hakim yang diketuai Hj. Aisa Mahmud di PN 1 Palu pekan lalu tidak diterima Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Putusan yang dianggap janggal dan telah  mengundang aksi demonstrasi LSM KRAK di Palu itu kembali akan di sidangkan lewat Kasasi yang saat ini sudah di ajukan oleh JPUnya, Lucas J Kubela, SH.


“Hari ini memori kasasi atas nama terdakwa Ibrahim dan Riyadi.Yang  kemarin atas nama Edwiro dan Yanto Cahya Subuh,” ujar Lucas kepada wartawan usai menyerahkan memori kasasinya di PN 1 Palu, Kamis (9/1) kemarin.

Kasus yang melilit ke empat terdakwa itu sendiri bermula dari lelang pengadaan atau produksi tabung gas elpiji 3 Kg warna melon dan Alve Single Spindle oleh Pusat PT. Pertamina Jakarta yang dilaksanakan pada sekitar pertengahan tahun 2018 dimana PT. MTU kemudian ditunjuk sebagai pemenangnya.

Sesuai perjanjian kerjasama antara Pusat PT. Pertamina Jakarta dan PT. MTU pesanan Pusat PT. Pertamina hingga akhir penyerahan per 31 Maret 2019 sebanyak 631.187 tabung LPG 3 Kg.

Namun belakangan diketahui PT. MTU justru melebihkan produksinya hingga mencapai 651.187 tabung LPG 3 kg yang nota bene dinilai telah melanggar kerjasama karena melebihkan produksi hingga sekira 20.000 tabung yang tentu saja tanpa penerbitan SPPT SNI Tabung Elpiji.

Sekitar 16.950 dari tabung LPG 3 kg yang tidak sesuai standar itu sudah sebanyak 6 kali dikirim menggunakan kontainer ke Palu setelah dipesan oleh terdakwa bernama Ibrahim.

Selanjutnya ke 16.950 tabung LPG 3 Kg itu dijual Ibrahim di Kota Palu dan sekitarnya dengan harga bervariasi antara Rp 128 ribu hingga Rp 130 ribu/ tabung baik secara ecer kepada masyarakat maupun kepada para pedagang tabung gas yang ada di Palu dan Parigi Moutong bahkan hingga ke Kabupaten Banggai.

Sebanyak 3.550 tabung elpiji 3 Kg itu sendiri saat ini sudah disita dan dijadikan sebagai barang bukti dalam perkara tersebut

Ke empat  terdakwa sendiri dalam persidangan sudah mengakui perbuatannya namun Majelis Hakim berpendapat lain.

Belakangan atas dasar pertimbangan dan keterangan  dari Winda Sri Jaman, ST,MT sebagai saksi ahli  yang didatangkan dari Balai Perngujian Logam Bandung (Walaupun tidak memiliki kewenangan menetapkan tabung yang diedarkan para terdakwa itu ber SNI atau tidak) keempat terdakwa itu kemudian di bebaskannya.

Abd Salam Adam

Pembebasan para terdakwa itu sendiri hingga kini masih menjadi agenda dan perhatian LSM KRAK yang beberapa waktu lalu melakukan demonstrasi di PN 1  Palu tersebut.”Persidangan tabung gas itu masih menjadi agenda dan perhatian kami,” jelas juru bicara KRAK Abd Salam Adam kepada Nuansa Pos Kamis (9/1) kemarin (NP05)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here