Ditargetkan, Sebanyak 70 BTS akan Dibangun Mengcover Pulau 3T diSulteng

0
488
Kegiatan rakor teknis Kemenkominfo RI yang dilaksanakan di Sulteng, Senin kemarin dalam rangka percepatan pembangunan jaringan telekomunikasi di daerah Terluar, Terpencil dan Tertinggal (3T).(F-humasprov)

PALU, NP – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika RI , menggelar rapat koordinasi teknis bersama Pemrov Sulawesi Tengah dan 11 Kabupaten Wilayah Sulawesi bertempat di Balroom Hotel Best Western Coco Palu, Senin (22/7/2019).
Pada rakortek tersebut, Kepala Kantor Wilayah kerja Surabaya, Taruna Perdana Adi yang mewakili Dirut BAKTI Kominfo, menjelaskan, Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015 – 2019 RI untuk melakulan percepatan pembangunan wilayah (3T) Terluar, Terdepan dan Tertinggal RI dan Peraturan Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan mengenai lokasi prioritas pembangunan.
“ Kementerian Kominfo RI saat ini sedang melakukan pembangunan program Base Transcaiver Station (BTS) dibeberapa wilayah di Indonesia yang belum tersentuh oleh jaringan seluler karena faktor bisnis dan geografis. Maka disitulah Negara hadir untuk membantu mengatasi kesenjangan Telekomunikasi pada daerah-daerah tersebut. Melalui BAKTI Kominfo dengan program ISO /KPU Kewajiban Pelayanan Umum,” kata Adi.
Selain itu target pembangunan BTS Blanspot BAKTI di tahun 2019 berada di 538 lokasi, meliputi seluruh wilayah Indonesia. Untuk pembangunan BTS Blankspot BAKTI di daerah Sulawesi Tengah berjumlah 70 BTS di tahun 2019 antara lain meliputi Sulteng, Sultra dan Gorontalo.
“ Dengan dibangunnya 70 BTS tersebut diharapkan akan memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengembangkan potensi daerah khusunya diwilayah 3T, “tuturnya.
Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten Administrasi, Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Sulteng, Faisal Mang mengatakan bahwa kesenjangan digital di Sulteng masih cukup tinggi antara penduduk perkotaan dan pedesaan sehingga mendorong ketimpangan sektor informasi. Demikian juga halnya saat ini trend pemanfaatan internet dari tahun ke tahun terus meningkat. Hal ini menunjukkan layanan internet sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat.
Selama ini, pemprov Sulteng terus berupaya menghilangkan kesenjangan informasi. Namun hal itu tidak akan maksimal tanpa keterlibatan pihak swasta dan masyarakat.
“ Pemerintah dan masyarakat harus berkolaborasi dalam rangka penyelenggaraan program sektor telekomunikasi yang telah digagas oleh pemerintah melalui kementerian komunikasi dan informatika,” jelas Faizal Mang.
“ Rakortek ini sangat penting dan sangat strategis dalam rangka mendesign review meeting BTS blank spot se sulawesi tahun 2019. Dan tentunya rakor kali ini
dapat membangun sinergitas dan mendorong percepatan serta keberhasilan dalam pelaksanaan pembangunan layanan BTS blank spot di daerah-daerah yang masuk dalam kriteria 3T.
Hadir Dalam rakor tersebut, Bupati Kabupaten Sigi, Wakil Bupati Parigi, Bupati Tojo Una-una
Dan di Hadiri Beberapa Perwakilan Kabupaten Dikawasan Sulawesi, antara Lain Kabupaten Bangkep, Banggai Laut, Banggai, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan dan Kabupaten Gorontalo.(NP)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here