Kesempatan Ditengah Krisis Corona, Harga Beras di Poso Semakin Tidak Terkontrol

0
542

POSO NP – Disaat masyarakat Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah sedang diperhadapkan dengan situasi yang belum menentu, akibat krisis corona yang juga sedang menghantui semua orang di wilayah itu.

Disaat itupulalah terjadi fenomena lain yang tidak kalah mengerikan terutama bagi mereka yang sedang tidak punya atau kehilangan pekerjaan yakni : Melonjaknya harga beras dan sejumlah jenis sembako lain di daerah itu.


Sebelumnya harga beras di Poso hanya berkisar Rp 450.000/50 Kg namun saat ini sudah dimainkan, dinaikan hingga menjadi Rp 550.000 hingga Rp 600.000/50 Kgnya.

Ironisnya, walaupun kondisi ini terbilang sudah berlangsung beberapa minggu, namun belum ada tindakan dari Pemda Poso untuk turun dan menstabilkan kembali lonjakan atau kenaikan harga beras tersebut.

“Belum, belum turun. Harga beras malah terus naik,” ungkap sejumlah warga Poso seragam.

Sebelumnya Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Syafril Nursal pada kunjungannya di salah satu pusat perekonomian masyarakat mengatakan.

Brigjen Pol Syafril Njursal dalam kunjungan ke salah satu pusat perekonomian di Palu berjanji akan menindak tegas para pedagang yang berani menaikan harga barangnya. 

Akan menindak tegas para pedagang yang ketahuan melakukan penimbunan dan menaikan harga barang.

“Kapolri sudah mengeluarkan maklumat kepada masyarakat untuk tidak menimbun bahan-bahan sembako. Apabila nanti kita menemukan ada pihak-pihak yang memanfaatkan kesempatan pada situasi kritis seperti ini, kita tidak main-main dan akan mengambil tindakan tegas,” ujarnya tegas Kapolda saat kunjungannya ke Pasar Inpres, Senin (23/3) lalu. (NP05)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here