Ditetapkan Tersangka, Brigadir Rangga Dijerat Pasal Pembunuhan

0
767
Brigadir Rangga Tianto (kiri) dan Bripka Rachmat Effendi (kanan).

jakarta np – Proses hukum terhadap Brigadir Rangga Tianto karena menembak rekan sesama polisi Bripka Rachmat Effendi terus berlanjut. Penyidik Polda Metro Jaya dalam hal ini memutuskan menaikan status hukum pelaku menjadi tersangka karena diduga telah membunuh korban.
“Brigadir RT sudah ditetapkan menjadi tersangka,” ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Komisaris Besar Polisi Asep Adi Saputra saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/7).
Menindak lanjuti status tersangka ini, penyidik memutuskan melakukan penahanan kepada Brigadir Rangga. Dia terancam pidana penjara 15 tahun. “Sudah ditahan atas dasar kasus pembunuhan sebagaimana Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” katanya.
Istri Alm. Bripka Rahmat Effendy, Neni Sukaesih (keempat kiri) dan anak Grace Effendi (ketiga kiri) dan Vito Aulia Effendi (kedua kiri) menyaksikan upaca pemberangkatan jenazah Bripka Rahmat Effendy di Rumah Duka Tapos, Depok, Jawa Barat, Jumat (26/7/2019). Bripka Rahmat Effendy tewas setelah ditembak sesama anggota polisi Bripda RT di Polsek Cimanggis Depok. FOTO: SALMAN TOYIBI / JAWA POS
Sementara itu terkait nasib tersangka di keanggotaan Korps Bhayangkara, Asep mengatakan harus menunggu hasil sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Rencananya akan digelar usai proses peradilan umum berkekuatan hukum tetap.
“Sidang Komisi Kode Etik Polri akan dilaksanakan setelah selesai proses diperadilan umum,” tegasnya.
Sebelumnya, Brigadir Rangga Tianto (RT) tega menembak Bripka Rachmat Effendi (RE) yang merupakan anggota samsat Polda Metro Jaya. Sebanyak 7 dari 9 peluru yang ada di dalam magazin senjata api jenis HS9 bersarang di beberapa bagian tubuh Bripka RE.
Tujuh peluru itu bersarang di bagian perit, paha, leher dan dada Bripka RE. Akibatnya korban langsung meninggal ditempat. “Peristiwa berawal ketika Bripka RE mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono.
Dugaan sementara, pelaku tega menghabisi rekannya sendiri karena terpancing emosi. Sebab, Bripka Rachmat menolak permintaan pelaku dengan ucapan bernada tinggi. Permintaan itu berupa mengembalikan pelaku tawuran yang diamankan kepada bimbingan orang tua. (jp)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here