Dugaan Korupsi Agribisnis Peternakan Penyidik Masih Terus Lakukan Pengembangan

0
163

Palu,Nuansapos.com – Penyidik ditreskrimsus subdit III Tipikor Polda Sulteng belum melakukan gelar perkara dugaan korupsi agribisnis peternakan di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah.

Tapi penyidik tipikor Polda Sulteng itu masih terus melakukan pengembangan.


Hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Pol.Didik Supranoto melalui Kompol Sugeng Lestari menjawab konfirmasi deadline-news.com Jumat (30/12-2022) via chat di aplikasi whatsAppnya.

“Belum diagendakan pak,”tulis Sugeng.

Ditanya apakah penyidik masih terus melakukan pengembangan?

Jawab Sugeng Iya pak.

Sebelumnya Sugeng mengatakan penyidik tipikor saat ini fokus dua perkara yakni pertama dugaan Tindak Pidana Korupsi pembersihan/penyiapan lahan dan pembangunan kebun hijauan makanan ternak pada kawasan peternakan mini ranch di desa air terang kecamatan Tiloan Kabupaten Buol dengan nilai kontrak Rp, 17.725.000.000.

“Dan yang telah kami lakukan pemeriksaan untuk sementara masih berjumlah 12 orang,”kata Sugeng.

Kemudian kedua dugaan Tindak Pidana Korupsi pengadaan barang yang diserahkan kepada masyarakat (Pengadaan Ternak Sapi) TA. 2019 dengan Nilai Kontrak Rp. 7.875.144.000.

“Dan saksi yang telah kami periksa untuk sementara berjumlah 24 oran diantaranya Mantan PPK atas nama SUMIATI, kemudian rekanan atas nama JEMMY TODAR serta Kabid Peternakan sudah kami lakukan riksa juga,”jelas Sugeng.

Selain itu Kadis pertanian dan ketahanan pangan Usman Hasan telah diperiksa, termasuk beberapa orang PPTK.

Mantan PPTK proyek agribisnis peternakan di DPKP Buol Moh.Syarif, S.PT yang dikonfirmasi mengaku sudah diperiksa oleh penyidik Tipikor Polda Sulteng terkait dugaan korupsi proyek senilai Rp,37,4 miliyar itu.

“Kami telah diperiksa pak,”ujarnya singkat.

Begitupun Hengki Katili mengaku sudah diperiksa bersama Jemmy Todar oleh penyidik Tipikor Polda saat melakukan pengembangan penyelidikan di Buol.

Jemmy Todar yang dikonfirmasi di tokonya, tidak bersedia memberikan keterangan, bahkan balik mengancam wartawan.

“Emangnya bapak pikir karena punya media sehingga kebal hukum. Saya akan mempidanakan bapak,”ucapnya dengan nada ancaman.

Kabid peternakan DPKP Buol Sumiati berkali-kali didatangi Sudirman Sija dari deadline-news.com untuk kepentingan konfirmasi selalu menghindar dengan alasan sibuk.

“Maaf ya pak, saya masih sibuk nantilah,”akunya baik dikonfirmasi di kantornya maupun via chat di whatsAppnya. DNs/BAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here