Dugaan Pemerkosaan Disertai Kekerasan Kembali Terjadi Di Poso
POSO,NUANSAPOS.COM – Tindakan asusila disertai kekerasan fisik kembali terjadi di Kabupaten Poso.
Korbannya kali ini seorang ibu rumah tangga inisial GL (30) asal Desa Tolambo yang tinggal karena mengikuti suami di Desa Kelei, Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso.
Keterangan langsung dari korban yang ditemui dikediamannya di Desa Kelei mengatakan.
Awal kejadian yang menimpa dirinya bermula saat korban sedang menina bobokan anaknya AB yang masih berusia 1,3 bulan di sebuah bilik rumahnya pada Minggu (14/11) sekitar pukul 21.30 Wita.
“Sekitar pukul setengah sepuluh dia (pelaku) Osran Pusuloka (31) datang mengetuk-ngetuk pintu. Saat di buka katanya dia mau titip dua zak semen pesanan dari papa Mersi dari salah satu warga di sini juga,” jelas korban kepada Nuansapos.com yang menemui di rumahnya Rabu (17/11) sore tadi.
Karena tidak merasa curiga, korbanpun akhirnya membukakan pintu bagian belakang dan mempersilahkan korban menaruh semennya dan setelah pintu ditutup oleh anaknya, Audy (5) korbanpun kembali ke kamar untuk menjagai anaknya yang sedang tidur.
Namun tak berselang lama, pelaku kembali memanggil-manggil nama pelaku. Karena merasa terganggu oleh panggilan pelaku, korbanpun akhirnya kembali ke belakang dan bertanya apa maksud pelaku memanggil-manggilnya.
“Saya sebenarnya tidak mau membukakan pintu lagi tapi karena dia memanggil-memanggil terus sehingga saya kembali dan bertanya apa kepentingannya,” ujar korban.

Sampai disini pelaku ternyata meminta korban untuk memegang selang air untuk mencuci tangan dan kakinya.
Karena masih belum curiga meskipun sudah kesal dengan ulah pelaku korbanpun akhirnya menuruti kemauan pelaku. Tapi karena sudah terlalu lama memegang selang korbanpun akhirnya melepaskan selang dan beranjak pergi masuk ke rumah.
Namun na’as saat berbalik pelaku tiba-tiba memeluk korban dan berusaha membantingnya ke tanah.
Korban yang sadar akan bahaya yang sedang menimpanya akhirnya berusaha melawan dan berusaha melepaskan diri.
Namun upaya korban malah membuat pelaku semakin kalap dan tanpa ampun kemudian memukul bagian wajah dan mencekik leher korban seraya membenturkan-membenturkan kepala korban ke dinding.
Beruntung korban masih sempat berteriak dan menyuruh anaknya Audy yang baru berusia 5 tahun tadi untuk lari dan melaporkan kejadian yang menimpanya kepada ibu mertuanya yang tinggal tak jauh dari rumahnya.
Melihat dan mendengar perlakuan terhadap ibunya Audy yang masih balita itupun akhirnya langsung berlari menembus kegelapan malam menuju rumah dan memanggil-memangil neneknya.Katanya ibunya akan di bunuh.
Mendengar laporan cucunya, sang nenekpun langsung berlari menuju TKP dan mendapati korban sudah dalam keadaan lemas karena mengalami pukulan dan cekikan di lehernya sementara pelaku sendiri langsung melarikan diri.

Akibat perbuatan pelaku korban akhirnya harus di rujuk dan dirawat di rumah sakit GKST Tentena.
Hingga berita ini diturunkan, baik korban dan anaknya yang baru berusia 5 tahun masih mengalami trauma dan sering berteriak-teriak histeris apalagi saat ditinggal sendiri atau tidak ada anggota keluarga yang dilihat dalam rumahnya.

Atas perbuatan pelaku, suami korban Jofrel Bakawa (36) dan keluarga besarnya yang saat kejadian terjadi sedang bekerja di PT. GNI Morowali Utara meminta agar pelaku di hukum seberat-beratnya.
Menindaklanjuti kasus ini, Kapolsek Pamona Timur, Ipda Andi Setiawan yang berusaha dikonfirmasi media ini tidak mau mengangkat teleponnya.