Kemahalan, Proyek Los Terbuka Dinas Koperasi Kota Palu Melebihi Harga 2 Unit BTN 36

0
779

Palu NP – Pembangunan peningkatan sarana dan prasarana pemasaran bagi usaha makro TA 2018 yang dibangun di lokasi Hutan Kota Palu berupa sebuah los terbuka berbahan seng dan baja ringan yang dikerja CV. Pilar Nusantara dan sudah jatuh tempo, oleh sejumlah kalangan dinilai kemahalan atau tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang ditenderkan.


Nilainya mencapai Rp 355.923.789 atau lebih tinggi dari harga 2 unit rumah BTN tipe 36 yang nilainya hanya berkisar di level Rp 145 juta per unitnya.

“Kalau melihat kondisi bangunannya mungkin tidak akan sampai 200an juta rupiah. Nilai sebesar itu sudah dapat membeli 2 unit rumah BTN yang harganya hanya Rp 146 juta per unitnya,” ungkap beberapa warga seragam.

Sementara PPTK Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Palu, Randi sebagai penanggungjawab kegiatan yang dihubungi Nuansa Pos di kantornya sedang tidak di tempat.

Menurut stafnya sedang mengurus sesuatu di salah satu instansi lain yang ada di Kota Palu.”Pak Randi sedang ke KPPN untuk mengurus garansi Bank terkait bangunan itu juga,” ujarnya.

Randi yang kemudian di hubungi lewat Handphonenya belum bersedia memberikan komentarnya, alasannya sedang sibuk.”Maaf saya sedang ada urusan,” ujarnya seraya berjanji akan menghubungi ulang Nuansa Pos setelah ada kelonggaran waktunya.

Namun hingga berita ini dinaikan, janji untuk menghubungi media ini tidak dilakukannya.

Bangunan los terbuka itu sendiri awalnya akan dibangun di Anjungan Talise Palu namun karena satu dan lain hal sehingga bangunan yang pondasinya sudah sempat di pancang di areal bekas tsunami itu kemudian dipindahkan ke areal Hutan Kota Kaombona Palu. “Sebenarnya bangunan itu akan di bangun di anjungan tapi kemudian dipindahkan ke Hutan Kota,” ungkap sumber dari dalam Dinas UMKM dan Koperasi Kota Palu kepada Nuansa Pos Senin (7/1) kemarin.

Selain lokasi pendiriannya yang berubah-ubah, proses keuangan proyek yang sudah jatuh tempo itu, juga di duga bermasalah. ”Rekening pihak ketiga sudah di blokir karena penyelesaiannya belum seratus persen,” aku sumber kepada media ini (NP05)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here