Laantula Jaya Ditetapkan Sebagai Desa Sadar Kerukunan, Kemenag Sulteng: Semua Agama dan Berbagai Suku ada disana
Morowali NP
Desa Laantula Jaya Kec.Wita Ponda Kab.Morowali resmi ditetapkan sebagai Desa sadar kerukunan, saat pelaksanaan giat dialog yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Morowali di Desa Laantula Jaya, yang dibuka langsung Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah, Rusman Langke, Sabtu (27/03).
Saat memberikan sambutan Kakanwil Kemenag Sulteng Rusman mengatakan Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang multikultural, terdiri dari berbagai suku, agama dan ras. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki oleh bangsa ini harus dipelihara dan dirawat.
“Sulawesi Tengah yang memiliki tiga belas kabupaten dan kota punya kearifan lokalnya masing-masing. Mari kita rawat dan ajarkan kepada generasi penerus agar kerukunan bisa terwujud,” ujar Rusman.
Visi Kementerian Agama yang profesional dan andal dalam membangun masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian berdasarkan gotong royong diejawantahkan dalam rumusan misi yang salah satunya adalah memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama.
“Kerukunan umat beragama merupakan syarat mutlak bagi terwujudnya kerukunan nasional. Kerukunan dalam masyarakat multikultural tidak akan terkondisikan tanpa toleransi dan dialog sesama. Pembangunan di suatu daerah akan sulit terwujud jika masyarakatnya tidak rukun dan bersatu,” kata Rusman.
Pembangunan daerah tidak hanya dititikberatkan pada pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana semata, namun pembangunan menyeluruh juga dilakukan terhadap peningkatan kualitas SDM melalui pembinaan kerukunan umat beragama. Dengan terciptanya kerukunan akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah tersebut tidak terkecuali di Kabupaten Morowali.
Penetapan Desa Laantula Jaya sebagai Desa Sadar Kerukunan merupakan yang ketiga di Provinsi Sulawesi Tengah, setelah sebelumnya Desa Tambarana, Kabupaten Poso di tahun 2019 dan Desa Watatu, Kabupaten Donggala di tahun 2020 telah lebih dulu ditetapkan sebagai Desa Sadar Kerukunan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Morowali, Ahmad Hasni berharap penetapan Desa Laantula Jaya sebagai Desa Sadar Kerukunan bukan hanya sekedar kegiatan simbolis semata, namun harus memberikan semangat kepada semua pihak untuk menjadi contoh dan model dimana sebuah heterogenitas dapat berjalan dengan harmonis.
“Desa Laantula Jaya kami pilih sebagai Pilot Project Desa Sadar Kerukunan di Kabupaten Morowali, karena semua agama dan berbagai suku ada disini. Terlebih selama ini kondusivitas di desa ini relatif sangat baik,” Ungkap Kakankemenag Ahmad sebagaimana dikutip dari situs wibe site Kemenag Sulteng.
Hadir dalam kegiatan ini Bupati Morowali, Taslim yang sangat mengapresiasi dilaksanakannya Dialog Pembinaan Desa Sadar Kerukunan dan percaya bahwa kegiatan ini merupakan langkah yang sangat tepat untuk membangun kekuatan Kabupaten Morowali.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting bagi Kabupaten Morowali yang penduduknya majemuk. Kita membutuhkan wadah untuk menyatukan pikiran dan persepsi, yang bertujuan untuk mengolah dan meramu kemajemukan menjadi kekuatan,” ujar Bupati Taslim.
Kabupaten Morowali memiliki semboyan yang melukiskan persatuan dan kesatuan masyarakatnya, yaitu “Tepe Asa Maroso” yang artinya “Bersatu Kita Teguh.”
“Tepe Asa Maroso ini diharapkan dapat diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat dan wajib diajarkan kepada generasi selanjutnya untuk menciptakan Morowali yang Kuat, Damai, Bahagia dan Saling Pengertian sehingga dapat mewujudkan cita-cita kita Morowali Sejahtera Bersama,” tambah Bupati Taslim.
Selain Bupati Morowali, Kegiatan ini dihadiri peserta sebanyak 50 orang yang terdiri dari Tokoh Masyarakat dan Tokoh Lintas Agama, Ketua FKUB Kabupaten Morowali, Abdul Manan, Ketua MUI Kabupaten Morowali, Mauluddin, Kasubag Ortala dan KUB Kanwil Kemenag Sulteng, Rusli Anggo, Camat Wita Ponda, Kepala Desa Laantula Jaya dan perwakilan dari Dandim 1311 Morowali serta Polres Morowali.