Dugaan Pemerkosaan dan Pembunuhan IRT Tahun 2019 di Lembontongoa Sigi Bakal Diusut Kembali

0
546


Palu,Nuansapos.com – Hingga kini, kasus dugaan pemerkosaan yang berujung pembunuhan terhadap Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SA (52), warga Dusun III, Desa Lembontongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah yang terjadi 3 tahun lalu masih misterius.

Dugaan pemerkosaan berujung pemerkosaan yang terjadi pada 23 September 2019 itu masih belum terungkap, belum ada satupun yang berhasil ditetapkan sebagai tersangkanya.

Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, peristiwa yang sempat viral di tahun 2019 silam itu bermula pada Senin, 23/9/2019 sekitar pukul 3 sore saat anak korban bernama Aco alias Endong Brucle mencari korban dirumahnya.

Namun dia tidak menemukan ibunya, menurut salah satu keluarganya sedang pergi mencari kayu bakar yang berjarak sekitar 300an meter dari rumahnya.

Karena hingga pukul 7 malam ibunya kata Aco belum kembali juga sehingga dia mulai panik dan bersama warga lainnya berinisiatif melakukan pencarian hingga korban akhirnya berhasil ditemukan meski sudah dalam keadaan tidak bernyawa dengan kondisi tanpa busana dan penuh bercak darah yang sudah membeku.

Polisi menemukan bercak sperma di celana dalam korban

Korban diduga dihabisi dengan cara dicekik dan di pukul di bagian kepalanya.

Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 2 bongkahan batu kali oleh Polisi yang dipenuhi bercak darah di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di TKP yang sama polisi juga menemukan adanya bekas sperma yang melekat di bagian kemaluan korban sehingga korbanpun di curigai diperkosa oleh pelaku.

Dewi petugas pada Puskesmas setempat menguatkan indikasi tersebut.

Adanya trauma pada bagian kepala akibat benturan benda tumpul serta bekas cekikan di leher dan luka lebam di bagian leher sebelah kiri juga dibagian telinga serta luka akibat seretan di bagian pinggul dan bekas sperma di bagian kemaluan korban semakin memperkuat jika korban mengalami pemerkosaan dan di bunuh.

Aco anak korban berharap pembunuhan terhadap ibunya dapat diungkap Polisi.

”Waktu itu ibu saya pergi mencari kayu bakar tapi sampai jam 7 malam tidak pulang-pulang sehingga kamipun melakukan pencarian tapi karena tidak berhasil sehingga pencarian kami hentikan namun sekitar pukul 6 pagi ibu saya ditemukan oleh 2 warga, Arman dan Talim yang juga adalah tetangga kami,” jelas Aco.

Atas perbuatan biadab itu pihaknya berharap pelakunya segera dapat ditangkap.

”Secara psikologis kami sangat tertekan dan merasa bersalah kepada almarhumah. Karena itu kami harap pelakunya segera tertangkap supaya bisa legah hati kami ini kasian,” pelasnya kepada Nuansa Pos, Jumat 6/12/2019 silam.

Sementara pihak Kepolisian Resort Sigi lewat Bagian Humas, Aipda Tri Cahyono yang didelegasikan oleh Kapolres AKBP Yoga Priyahutama untuk menjawab konfirmasi Nuansa Pos menyebutkan.

Polri tidak bermaksud mengulu-ulur waktu dan sudah melakukan olah TKP termasuk mengirimkan hasil penyelidikan dan penyidikan ke Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri di Jakarta termasuk sampel sperma yang menempel di kemaluan korban yang diduga adalah milik pelaku.

“Pihak Polri tidak bermaksud mengulur-ulur waktu tapi masih terkendala pada saksi. Kami masih menunggu hasil uji sperma yang di uji di Puslabfor Polri,” jelas Tri Cahyono tahun 2019 silam.

Sayangnya hingga berita ini dinaikan belum ada tindaklanjut dari perkara kematian korban SA tersebut.

Meski demikian, Kapolres Sigi yang dikonfirmasi media ini ternyata merespon balik kerinduan keluarga korban yang hingga detik ini masih berharap agar pelaku pembunuh SA dapat segera terungkap.

Kapolres Sigi : AKBP Reja A Simanjuntak Ft : Tribunnews.com

“Saya cek dulu perkembangan kasusnya, kalau tidak salah itu kasus tahun 2019”

“Perkaranya masih (akan) kita gelarkan ulang karena sudah cukup lama,” ungkap Kapolres Sigi, AKBP Reja A Simanjutak membalas pesan singkat Nuansapos yang dikirim via WA, Selasa (26/7/2022) malam tadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here