Penambangan Liar di Bada Semakin Menggila

0
811

Sungai Lairiang 

PALU NP – Eksploitasi galian batu pasir menggunakan alat berat di sepanjang sungai Lairiang lembah Bada tepatnya di Desa Gintu, Kecamatan Lore Tengah, Kabupaten Poso masih terus berlanjut.


Ada 2 pemain besar dari kegiatan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut yakni MT dan NT.

MT sendiri sama sekali tidak memiliki ijin namun dia dengan berani melakukan penggalian di bawah jembatan utama yang menghubungkan antara Desa Gintu –  Lelio – Kolori dan Desa Lengkeka Kecamatan Lore Barat.

Sama halnya dengan MT demikian pula NT, ijin yang dipegangnya baru sampai pada tahap ekplorasi namun kenyataan di lapangan dia juga sudah melakukan eksploitasi yang dijualnya kepada masyarakat yang ada di wilayah tersebut.

Apapun dalilnya, penggalian tanpa kajian itu sendiri dalam jangka waktu yang akan datang dipastikan akan membawa buruk baik bagi lingkungan maupun konstruksi jembatan penghubung antar kecamatan yang ada di sekitar lokasi penggalian tersebut.

TN yang ditemui Nuansa Pos pada Kamis (23/1) di Palu tidak membantah jika ijin yang saat ini dipegangnya baru sampai pada tahap ekplorasi.

Dia juga memahami bahwa perijinan yang baru sampai pada tahap tersebut belum boleh mengeluarkan batu pasir atau material dari dalam wilayah eksplorasinya.

Namun hal itu kata TN terpaksa dilakukannya, alasannya untuk menutupi biaya operasional dan BBM alat berat yang digunakannya.

“Kalau tidak begitu dengan apa kami menutupi biaya operasional dan BBMnya,” dalilnya.

Kapolsek Lore Selatan yang berusaha dihubungi lewat Kanit Reskrim, Joni Lembang belum bisa terhubung.

“Kalau soal itu nanti hubungi langsung Kapolsek saja,” himbaunya  seraya berjanji akan mengirimkan nomor Kapolseknya. Namun hingga berita ini diturunkan, nomor HP yang dijanjikannya belum dikirimnya.

Sementara Camat Lore Selatan, Yan B Pemani yang baru di lantik beberapa waktu lalu saat dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui seluk beluk dan kegiatan penambangan tersebut. Namun demikian, diakuinya baru TN yang datang menghadap dan meminta sejumlah berkas perijinan pendukungnya.

”Setahu saya baru TN yang datang ke saya untuk mengurus persyaratan untuk memperoleh ijin operasionalnya,” jelasnya.

Di bagian terpisah, Kepala Seksi Dinas Pertambangan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Tengah, Yhudi, ST kepada sejumlah wartawan mengatakan. Apapun bentuknya, penggalian yang belum memiliki ijin operasional merupakan sebuah pelanggaran yang tidak dapat dibenarkan.

”Kalau kami di sini menangani kasuistiknya, jadi apapun bentuknya kalau belum ada ijin operasionalnya adalah sebuah pelanggaaran yang tidak bisa di benarkan,” tegasnya (NP05)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here