Pengadaan Babi Tidak Sesuai Harga & Timbangan, Rekanan Kades Bakekau Gelagapan

Poso, Nuansapos.Com – Kasus pengadaan ternak Babi menggunakan Dana Desa TA 2021 yang tidak sesuai harga dan timbangan di Desa Bakekau, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso semakin jelas terungkap kepermukaan.
Bobot seberat 50 Kg dengan harga Rp 1,6 juta per ekor yang seharusnya di bagi kepada masyarakat Bakekau itu terindikasi sengaja disusutkan menjadi 20 hingga 30an Kg / ekornya.
“Sesuai janji Kades, Babi yang akan kami terima seberat 50 Kg tapi yang dibagi tidak cukup timbangannya. Hanya sekitar 20 sampai 30an kilo per ekornya,” jelas sejumlah warga penerima seragam.
Mencuatnya kasus yang sangat kentara di Mark Up ini rupanya membuat salah satu rekanan Kades Bakekau yang mengaku bernama Papa Tino marah dan gelagapan.
Via telepon Kepada Nuansapos Jumat (17/9) malam tadi Papa Tino keberatan kasus yang ikut menyeret Kepala Desa Bakekau, Iwan Tobenu di beritakan.
“Saya temannya Kades Bakekau, kenapa itu pengadaan Babi di Bakekau dikorankan (diberitakan-red)?!” ucapnya dengan nada marah. Dia juga berusaha mencoba menakut-nakuti kedatangan wartawan ke Lore Selatan.
Marahnya Papa Tino ini cukup mengindikasikan jika pengadaan ternak Babi sejumlah 168 ekor di Bakekau itu memang sengaja di Mark Up.
Kasus pengadaan ternak tidak sesuai harga dan timbangan yang kuat dugaan juga ikut melibatkan Papa Tino didalamnya sudah sampai ke meja Kejati Sulteng.
“Akan diteruskan ke Kastel (Kasi Intel) Kejari Poso,” ujar Kapenkum Kejati Sulteng, Reza Hidayat, SH,MH kepada Nuansapos pekan lalu.
Sebelumnya Pjs Kades Bakekau, Iwan Tobenu sudah mengakui adanya pengadaan Babi tersebut. Menurut dia total pengadaan berjumlah 115 ekor dengan harga 1,6 juta per ekor dimana baru disalurkan sejumlah 86 ekor sementara sisanya yang 29 ekor menunggu pencairan Dana Desa berikutnya.