Penyidikan Dugaan Korupsi Proyek Sumur Artesis Belum Tuntas

0
41

Palu,Nuansapos.com – Penyidikan dugaan korupsi proyek sumur artesis senilai Rp, 6,9 miliyar belum juga tuntas di Kejaksaan Negeri Palu, sekalipun sudah ada dua orang ditetapkan tersangka.

Adalah kontraktor Simak Simbara (SS) yang bernaung dibawah bendera CV.Tirta hutama makmur dan Azmi Hayat (pejabat pembuat komitmen-ppk) di balai prasarana permukiman sulawesi tengah (BP2WS) tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek sumur artesis untuk kebutuhan masyarakat korban gempa bumi, likuifaksi dan tsunami 28 September 2018 itu.


Kedua tersangka itu hanya jadi tahanan kota bukan ditahan di rumah tahanan negara (Rutan). Walaupun sudah lama mereka jadi tahanan kota, namun belum ada kejelasan kasus dugaan korupsi yang katanya merugikan negara sekitar Rp, 1,7 miliyar itu.

Alasannya masih menunggu hasil perhitungan kerugian negara dari auditor badan pemeriksa keuangan (BPK) RI perwakilan sulawesi tengah di Palu.

Kepala kejaksaan negeri (Kajari) Palu Muh.Irwan Datuiding melalui Kasi Intelijen Yudi Atmaawijaya, SH menjawab wartawan Senin (13/5-2024), mengatakan sebenarnya hasil penyidikan sudah di temukan adanya kerugian negara oleh Jakasa Penyidik, untuk melengkapinya di butuhkan alat bukti dari ahli auditor BPK RI.

“Ini dasarnya…supaya di akui sebagai alat bukti keterangan ahli auditor KN nanti di persidangan pak = Pasal 11 huruf c UU BPK yang menyatakan BPK dapat memberikan keterangan ahli dalam proses peradilan mengenai kerugian negara atau kerugian daerah,”ujar kasi Intelijen Kejari Palu yang baru itu.

Menurut Yudi Atmaawijaya, hasil perhitungan kerugian negara (PKN) diperlukan supaya tidak ditolak hakim.

“Hasil perhitungan kerugian negara oleh auditor perwakilan BPK RI supaya ga di tolak hakim sebagai ahli auditor di persidangan pak🙏,”tulis Yudi. DNs/BAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here