Pertemuan Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo dan Dua Instansi Pemkab Poso Lahirkan Sejumlah Ide dan Gagasan
Poso,Nuansapos.com – Pertemuan bersama Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Gorontalo, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso serta Kesbangpol Kabupaten Poso yang di helat di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, Dedriawan Talingkau, Senin (22/02/2022) berjalan sesuai yang diharapkan.
Pertemuan yang ikut membahas soal ekskavasi tinggalan benda purba di Kecamatan Lore Tengah tanpa persetujuan Pemda Poso itu, akhirnya melahirkan sejumlah kesepahaman dan kesepakatan untuk saling berkoordinasi dalam kegiatan-kegiatan di masa yang akan datang.

Mengenai ekskavasi di zona inti situs Tadulako di Desa Doda, Kecamatan Lore Tengah pada bulan Mei -Juni 2021 tahun lalu, Kepala BPCB Gorontalo, Mohamad Natsir mengatakan.
Pihaknya tidak berwenang mengeluarkan perijinan untuk melakukan penggalian. Menurut Natsir BPCB Gorontalo hanya memberikan ijin lokasi sementara kewenangan untuk perijinannya ada pada pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Poso.
Sementara dari Kesbangpol Poso mengatakan, penyampainan kegiatan rencana eksavasi yang dilakukan oleh pihak Balai Arkeologi (Balar) Sulawesi Utara, disampaikan hanya lewat pesan Watsaap.
Tidak ada penyampaian resmi hanya lewat WA saja dimana kami kemudian meminta pihak Balar sebaiknya datang langsung untuk penyampaiannya ”
” Hingga selesainya penggalian, permintaan Kesbangpol tidak pernah digubris demikian pula tentang hasilnya juga tidak ada penyampaiannya kepada kami ,” jelas salah satu staf Kesbangpol.

Menanggapi hal tersebut, pihak BPCB Gorontalo mempersilahkan Kesbangpol Poso mengklarifikasi dan mengecek langsung hasil temuan ekskavasi ke pihak Balar Sulawesi Utara yang berpusat di Manado.
” Kalau mau bisa diklarifikasi langsung ke pihak Balar, disana disimpan temuannya ,” saran Ka BPCB Gorontalo.
Terlepas dari masalah ekskavasi tanpa ijin, dalam pertemuan tersebut, Ka BPCB Gorontalo mendorong Pemkab Poso membuat penetapan wilayah situs menjadi Cagar Budaya sebagai langkah awal mendapatkan pengakuan warisan dunia melalui UNESCO.
Selain mendorong penetapan cagar budaya, Ka Balai Gorontalo juga menyarankan Dinas Pendidikan Kabupaten Poso membuat usulan pendirian Museum Budaya.
Banyak koq benda-benda yang bisa dikoleksi, sebaiknya bikin museum saja. Bisa diusulkan SKnya ke bupati dan di kirim ke Dirjen,” ungkap Kepala BPCB, Mohamad Natsir.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso, Dedriwan Talingkau, mengapresiasi dan menyambut positif pertemuan tersebut.
Menurut Dedi demikian sapaan akrabnya, pertemuan antar pihak tersebut berhasil melahirkan ide dan gagasan-gagasan yang sangat baik. Dia juga berjanji akan menindaklanjuti pertemuan tersebut.
” Pertemuan ini sangat baik sekali, akan saya tindaklanjuti sesuai mekanisme yang ada ,” tutup Kepala Dinas termuda di Kabupaten Poso ini seraya berterima kasih kepada semua pihak yang sudah bersedia hadir pada pertemuan tersebut.