Polisi di Minta Tindak Lanjuti Laporan Pemalsuan Tanda Tangan yang di Lakukan Bendahara Desa Ngune

0
601
kantor Desa Ngune. Foto Np Buol

BUOL NP – Satuan Reskrim Polres Buol di minta tindak lanjuti laporan pemalsuan tanda tangan yang di duga dilakukan oleh bendahara Desa Ngune Suaib,terkait laporan pertanggung jawaban(LPJ) tentang pembayaran intensif anggota badan permusyawaratan Desa(BPD) Desa Ngune,kasus tersebut di laporkan ke penyidik reskrim Polres Buol akhir tahun 2017 yang silam,namun hingga saat ini belum mendapat respon,ujar korban Jaenab(43) yang juga anggota BPD Desa Ngune Kecamatan Lakea Kabupaten Buol,jumat,27/7/.Menurutnya penyidik sempat memberikan saran agar LPJ tersebut dapat di tunjukan,namun korban mempunyai kesulitan untuk memperoleh LPJ tahun 2017, karena baik sekdes maupun bendahara tidak memberikan LPJ tersebut hingga saat ini,lagi pula katanya Sekdes Sirajudin berkilah dan balik bertanya pada korban tentang pemalsuan tanda tangan,” kalau begini kasus pemalsuan tanda tangan akan diproses hukum?”,tutur korban menirukan kalimat sang Sekdes itu.
Tidak puas dengan penjelasan sekdes korban menemui bendahara Desa dan saat itulah bendahara mengakui perbuatanya dalam pemalsuan tanda tangan,ujar korban.Asal mula kejadian korban di sedorkan kwitansi penerimaan intensif BPD yang tidak sesuai dengan jumlah keuangan yang di terimanya dalam LPJ,ia berharap kasus ini dapat di proses sesuai dengan hukum agar kedepan nanti tidak terulang kembali,sembari menambahkan bukan nilai keuangan tersebut yang menjadi inti pokoknya permasalahan namun tindak pidanya yang harus di proses sebagai upaya dalam menghilangkan manifulasi laporan keuangan yang sumber anggaranya menggunakan keuangan negara,tandasnya.Sementara Bendahara Desa Suaib dan Sekdes saat di konfirmasi Nuansa Pos tidak berada di tempat,kata Kades Moh.Tarikat, maaf pak bendahara dan sekdes ada ke Bank dalam rangka proses pencairan keuangan Desa,ujarnya.NP.5


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here