Polres Morowali Berhasil Tangkap Pelaku Pembunuhan di Bahomotefe dan Topogaro, Hukuman Mati Menanti

0
379

MOROWALI, Sulawesi Tengah- Jajaran Satreskrim Polres Morowali, Polda Sulawesi Tengah melaksanakan press release dalam rangka ungkap kasus pembunuhan yang terjadi di 2 TKP (Tempat Kejadian Perkara) di Kabupaten Morowali. Senin, (09/01/2023).

Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolres Morowali Kompol Donatus Kono, S.H., S.I.K yang didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Morowali Iptu Arya Widjaya, S.T.K., S.I.K. dan kasi humas Polres Morowali Iptu Agus Taufik serta dihadiri wartawan dari media cetak maupun online.


Wakapolres Morowali menjelaskan bahwa 2 kasus pembunuhan ini terjadi di 2 tempat yang berbeda yakni di Desa bahomotefe kecamatan Bungku timur Kabupaten Morowali dan di desa topogaro kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali.

Dalam keterangannya Wakapolres Morowali mengatakan bahwa modus dari kejadian pembunuhan yang berada di desa bahomotefe ini adalah tersangka emosi dan tidak terima pada saat dirinya dipukul oleh korban sehingga tersangka mencabut badik yang ada di pinggangnya dan langsung melompati dan menusukkan badiknya sebanyak 3 kali kepada korban.

Mendengar kejadian tersebut personil unit opsonal sat Reskrim Polres Morowali langsung mencari keberadaan tersangka dan tersangka berhasil ditangkap di rumah orang tuanya yang berada di desa bahomotefe kecamatan bungku timur dan saat diamankan pelaku bersembunyi di dalam lemari pakaian.

“Pelaku pembunuhan di desa Bahomotefe, kecamatan Bungku Timur dikenakan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun dan pasal 351 ayat 3 KHUPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun,” terang Wakapolres Morowali.

Sedangkan untuk kejadian pembunuhan di Desa Topogaro kecamatan Bungku Barat, Wakapolres mengatakan bahwa modus dari kejadian ini adalah tersangka emosi dan tidak terima pada saat dirinya dipukul oleh korban yang sebelumnya terjadi cekcok antara pelaku dan sehingga korban menceritakan kejadian tersebut kepada temannya.

Setelah mendengar kejadian tersebut tersangka bersama temannya langsung mencari korban dan temannya langsung merangkul korban dengan menggunakan tangan kiri pada bagian leher dan tangan kanannya memegang tangan kiri sehingga korban tidak bisa melakukan perlawanan dan tersangka melakukan pemukulan kemudian pada saat itu posisi TKP dekat dengan kontainer, tersangka melakukan penikaman sampai di teras kontainer sedangkan teman tersangka tetap merangkul leher korban sampai terpantul ke dinding kontainer.

Dan pada saat itulah tersangka melakukan penikaman terakhir pada bagian dada sebelah kiri tersangka, mendengar korban berteriak kesakitan sehingga tersangka mencabut badiknya dan langsung mengambil motor kemudian memanggil temannya yang saat itu masih mengancing leher korban dan tersangka memanggil temannya untuk melarikan diri.

Dari hasil penyelidikan tim unit opsonal Reskrim Polres Morowali diduga tersangka pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia tersebut dilakukan oleh dua orang yaitu LK.S dan LK.R.

“Terhadap kedua tersangka pelaku pembunuhan dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun, pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 15 tahun dan pasal 351 ayat 3 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun,” tegasnya.

Diakhir, Wakapolres Morowali menghimbau kepada masyarakat luas agar tak terprovokasi dengan isu-isu dari luar. Pihak keluarga korban telah menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada pihak berwenang untuk melakukan proses hukum.

Kemudian, pihak kepolisian dalam hal ini Polres Morowali telah bertindak tegas bahwa dalam waktu sesingkat- singkatnya telah mengamankan para pelaku mesti sempat melarikan diri keluar daerah.

“Kami (Polres Morowali) menghimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu-isu dari luar, kami sudah berupaya maksimal menangkap para pelaku mesti melarikan diri keluar daerah dan terhadap para pelaku dikenakan ancaman hukuman maksimal,” himbuhnya.

(PATAR JS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here