Sulteng

Warga Jemaat Yang Tergabung Di Organisasi GKST Meminta Pengurus Sinode Untuk Transparan Soal Keuangan Organisasi.

Yohanes P : Saya Berharap Agar Pengurus Mulai Dari Ketua Dan Semua Yang Terlibat Dalam Pengurusan Organisasi Keuangan Agar Transparan Dalam Mengelola Dana Jemaat Yang Besar,Serta Bantuan2 Dari Pemerintah Maupun Lembaga2 Luar Negeri Lainya.Karna Kami Mensinyalir Bahwa Banyak Oknum Pengurus Baik Itu Ketua,Sekertaris,Bendahara Serta Administrasi Lainya Banyak Melakukan Maladministrasi,Pos2 Yang Di Kelola Oleh Mereka Diduga Banyak Kebocoran.Sudah Saatnya GKST Membenahi Diri,Jangan Terjadi Kebablasan Seperti Di GMIM Manado.Kalau Tidak Diingatkan Dini Praktek Korupsi Akan Semakin Merajalela Di Tubuh Organisasi Ini.Ungkap Yohanes Dengan Nada Pasti.

POSO — Gelombang desakan reformasi tata kelola keuangan di tubuh Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) kian menguat. Pimpinan Sinode GKST diminta untuk lebih terbuka dan akuntabel dalam mengelola dana serta anggaran pelayanan demi menjaga kepercayaan warga jemaat.

Dedy Rampalodji, salah seorang warga jemaat GKST, menegaskan bahwa transparansi keuangan merupakan kunci utama dalam membenahi manajemen organisasi saat ini. Menurutnya, penggunaan dana gereja harus dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan profesional.”Hari ini kita mengumuli pelayanan dalam konteks kekinian.

Pembenahan tata kelola gereja harus dilakukan secara terbuka, terutama terkait transparansi keuangan, akuntabilitas penggunaan dana, hingga disiplin organisasi,” ujar Dedy, Jumat (07/08/2026).Dedy menilai, ketidaktransparan pengambil kebijakan berpotensi memicu kekecewaan dan krisis kepercayaan di tingkat jemaat bawah.

Oleh karena itu, ia meminta Majelis Sinode (MS) GKST merespons aspirasi ini secara bijak.Poin Utama Desakan Reformasi Keuangan GKST:Transparansi Anggaran: Membuka laporan arus kas dan alokasi anggaran pelayanan secara berkala kepada jemaat.Akuntabilitas Penggunaan Dana: Memastikan setiap pengeluaran keuangan sesuai dengan porsi kebutuhan pelayanan dan audit organisasi.

Penegakan Disiplin Manajemen: Menerapkan standar tata kelola keuangan yang profesional untuk mencegah penyalahgunaan wewenang.”Sudah waktunya kita terbuka dan benar-benar bersih. Keterbukaan dan keberanian membenahi manajemen keuangan adalah modal utama agar kepercayaan jemaat tetap terjaga,” tegas Dedy.Metro/NP

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp