Hukum KriminalNasionalSigiSultengViral

Polres Sigi Tahan 1 Terduga Pelaku Pembunuhan Sadis di Lembantongoa Sigi 2019 Silam

Terduga Pelaku MO sudah ditahan di Mapolres Sigi.

Sigi, Nuansapos.com – Kabarnya sudah ada satu warga Palolo yang diduga sebagai pelaku pembunuhan terhadap ibu rumah tangga Siti Aminah alias SA (52) yang terjadi di Dusun III Desa Lembantongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah pada Senin, 23 September 2019 silam.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, terduga pelaku tersebut berinisial MO (21) yang juga tinggal sekampung dengan korban yang dihabisinya secara biadab dan sadistis.

Saat ini terduga pelaku sudah ditahan di Polres Sigi.

Meski sudah dilakukan penahanan namun belum ada keterangan resmi dari Kepolisian apakah MO merupakan pelaku dari pembunuhan tersebut.

Kapolres Sigi AKBP Reja Simanjuntak yang berusaha dikonfirmasi terkait media ini belum memberikan keterangannya.

Pesan singkat yang dikirim media ini sejak Rabu, (10/8/2022) via WA belum dibalasnya.

Meski demikian dari Kejaksaan Negeri Donggala diperoleh informasi, kasus ini sudah lama mengendap di Polres Sigi sementara statusnya saat ini masih dalam tahap pendalaman perkara atas atensi dari Kajari Donggala dan Kapolres Sigi.

“Ini baru SPDP, atensi Pak Kajari sama Kapolres karena lama mengendap di Polres,” demikian jelas Kasi Pidum Kejari Donggala yang dikutip dari Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Sulteng, Reza Hidayat, Selasa (23/8/2022).

Seperti yang telah diberitakan media ini sebelumnya, kasus pembunuhan ini pertama kali mencuat sekitar bulan Oktober 2019
setelah dipublikasikan anak kandung korban bernama Aco (31) yang dipostingnya menggunakan akun Endong Brucle di ruang publik media sosial, Info Kota Palu Sulteng dan di Komunitas Lembon Tongoa, Sulawesi Tengah.

Korban SA semasa hidupnya

Korban SA sendiri berstatus janda setelah 10 tahunan silam ditinggal mendiang suaminya, Anwar Lasaku, meninggalkan 5 orang anak, masing-masing bernama Naim (33), Ruslin alias Aco (31), Tasmin (28), Agusman (24) dan yang terakhir bernama Ratni alias Ece (22).

Dari sejumlah sumber dan informasi yang berhasil di himpun media ini, korban saat ditemukan dalam kondisi penuh bercak darah yang sudah membeku.

Dia diduga dihabisi dengan cara dicekik dan dipukul dibagian kepalanya.
Hal ini dibuktikan dengan penemuan 2 bongkahan batu kali oleh Polisi yang dipenuhi bercak darah di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Di TKP yang sama polisi juga menemukan adanya bekas sperma yang melekat di bagian kemaluan korban sehingga korbanpun di curigai diperkosa oleh pelaku.

Visum dr Dewi petugas pada Puskesmas setempat menguatkan indikasi tersebut.
Adanya trauma pada bagian kepala akibat benturan benda tumpul serta bekas cekikan di leher dan luka lebam di bagian leher sebelah kiri juga dibagian telinga.

Selain itu terdapat luka akibat seretan dibagian pinggul dan bekas sperma di bagian kemaluan korban semakin memperkuat jika korban mengalami pemerkosaan sebelum di bunuh.

Dalam 2 postingan awal yang dipublikasikan anak korban Jumat, 4 Oktober 2019 dan 17 Oktober 2019, diungkapkannya jika dia merasa sakit dan merasa bersalah karena tidak mampu menjagai ibu kandungnya sehingga di bunuh orang.

Anak korban juga mempertanyakan kinerja polisi yang dianggapnya lamban dalam penanganan pembunuhan tersebut.

Kepada orang yang dapat membantu dia memohon untuk mencarikan siapa pelaku yang telah tegah membunuh ibunya.

Endong Brucle alias Endong

Kasus yang cukup menghebohkan masyarakat ini sempat mengendap bertahun-tahun tanpa ada kejelasannya dan nanti ditindaklanjuti setelah diangkat kembali oleh media ini pada Juli 2020.

Terhadap kasus ini keluarga dan anak-anak korban berharap dapat diseriusi polisi hingga pelaku yang sebenarnya dapat terungkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Kami atas nama keluarga dan anak-anak berharap pelakunya dapat diungkap dan dihukum seberat – beratnya,” ungkap anak korban dalam sebuah pembicaraan via telepon pekan lalu.

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp