PT GNI di Morut Kian Mengerikan, Kembali 1 Karyawan Tewas Sudah Banyak Makan Korban

0
527

MORUT, Sulawesi Tengah- PT. Gunbuster Nickel Industry ( PT GNI) perusahaan tambang Nikel di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Propinsi Sulawesi Tengah, kembali memakan korban jiwa.

Dari informasi yang dihimpun media ini, 1 karyawan tewas saat bekerja dalam insident ledakan tungku smelter yang terjadi di PT GNI, Rabu (27/09/2023).


Korban inisial S (21) asal dari kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, datang dan bekerja di PT GNI untuk mencari nafkah harus meregang nyawa tewas terbakar dalam insident tungku meledak.

“Tewas lagi 1 karyawan kemarin itu saat kejadian tungku meledak, makin ngeri ini PT GNI menakutkan,” terang sumber media ini, Kamis (28/09).

Dalam catatan redaksi ini sedikitnya kurang lebih sudah ada 8 korban tewas saat karyawan bekerja, padahal PT GNI baru seumur jagung dalam artian setiap tahun perusahaan ini selalu makan korban.

Korban tewas tersebut menambah daftar deretan panjang, semoga hal ini menjadi bahan evaluasi pihak pemerintah dan pihak-pihak terkait terhadap PT GNI.

“Kalau memang ini PT GNI tidak bisa memenuhi standar keselamatan bagi pekerja lebih baik ditutup saja,” cetus sumber.

Menanggapi hal tersebut, Managemen PT GNI menyampaikan ucapan Belasungkawa atas kecelakaan yang menewaskan 1 karyawan dalam ledakan tungku yang terjadi.

Dalam rilis tertulis dijelaskan telah terjadi kecelakaan kerja di lokasi proyek PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) pada hari Rabu, 27 September 2023. Kecelakaan tersebut mengakibatkan 1 (satu) orang karyawan kontraktor PT Naga Rental Perkasa meninggal dunia.

Mellysa Tanoyo, Head of Corporate Communication GNI menyampaikan bela sungkawa atas nama PT GNI kepada pihak keluarga dan juga kontraktor.

“Dalam momen berat ini, kami dari pihak perusahaan ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dan rekan-rekan di kontraktor atas peristiwa yang sangat menyedihkan ini,” ungkap Mellysa dalam keterangan resmi, Kamis, 28 September 2023.

Kecelakaan tersebut terjadi di area pembuangan terak (slag) nikel pada sekitar pukul 10.45 WITA kemarin. Dalam hal ini korban mengendarai excavator yang digunakan untuk mengangkut terak (slag) nikel. Diketahui terak nikel sebelum dapat diangkut harus melalui proses pendinginan. Pada saat itu diketahui muncul letupan dalam proses pendinginan terak nikel.

Pihak karyawan yang berada di lokasi langsung melakukan pemadaman. Namun, situasi tersebut diduga menimbulkan kepanikan sehingga diketahui beberapa orang terlihat berlarian atau berhamburan. Sesaat setelahnya, korban ditemukan di area kolam terak nikel.

Mellysa mengatakan, saat ini perusahaan tengah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan investigasi atas insiden tersebut sekaligus terus mengingatkan pihak kontraktor agar segera melakukan pemenuhan hak-hak ketenagakerjaan korban.

“Pihak perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor agar segera melakukan penyelesaian hal-hal terkait penanganan korban dan urusan ketenagakerjaannya. Sejalan dengan hal tersebut, saat ini proses investigasi sedang dilakukan oleh instansi terkait,” ujar Mellysa.

Perusahaan berharap agar kerjasama terkait kesadaran atas pentingnya pemahaman keamanan dan keselamatan kerja diperkuat, khususnya dalam kondisi darurat terus ditingkatkan dalam masing-masing pekerja, sehingga hal-hal seperti ini tidak akan terulang kembali.

(PATAR JS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here