Rambut Dosen Wanita Dijambak Isteri Sah “Bikin Malu Dunia Universitas”
Palu, Nuansapos.com – Sebuah video viral beredar di dunia media sosial dan watsaap.
Dalam video berdurasi sekitar 23 detik itu memperlihatkan seorang wanita berbaju pink menggunakan masker putih sedang berjalan sambil ditarik tangannya oleh pria berkaos merah dan beberapa orang lainnya.
Keterangan yang dihimpun media ini, orang-orang yang terlibat dalam kericuhan itu adalah isteri sah dari seorang rektor dan terduga selingkuhannya.
Isteri si rektor sendiri adalah pengusaha salon ternama di Palu sementara si wanita adalah dosen di sebuah Universitas di Poso, Sulawesi Tengah.
Dari keterangan yang dihimpun media ini, keributan yang terjadi pada Sabtu (26/3) sekitar pukul 9 – 10 malam di GOR Siranindi Palu itu, dipicu oleh kecemburuan isteri sah dari sang rektor yang merasa dikibuli oleh si rektor.
“Dia pamit, katanya mau ketemu Rektor Untad tapi ada teman fotokan dan kirim ke saya. Ternyata dia ada di GOR dengan hugelnya,” jelas TR isteri sah si rektor sesaat setelah kejadian terjadi.
Mengetahui hal ini, isteri sah si rektorpun langsung berkemas dan mencari si wanita yang diduga adalah pelakor suaminya.
Tak tunggu lama, ketika ketemu keduanyapun langsung terlibat adu mulut yang berakhir pada keributan.

Rambut wanita itu tiba-tiba dijambak, kulitnya dicubiti hingga membekas.
Ratusan pasang mata penonton volly ball yang berjajar di atas undakan tribunpun langsung beralih dan tertuju kepada peristiwa yang memalukan itu.
Teriakan dan cemohanpun memecah gedung olahraga tersebut.
Perseteruan bernuansa cinta segitiga antara isteri sah dan pelakor itu diduga sudah lama berlangsung, namun baru kali ini pelakor itu kena batunya.
Akan halnya sang suami hanya bisa melongo dan berusaha melerai namun tangannya ternyata berat sebelah.
Kepala isteri sahnya kena pukul mungkin dengan maksud agar aksi penjambakan itu terhenti.
“Sungguh memalukan dan merusak citra dunia universitas” ungkap sejumlah penonton yang menyaksikan kejadian tersebut.

Akan halnya sang rektor yang berusaha di hubungi untuk dimintai keterangannya tidak mengangkat telepon genggamnya.