Sulteng

RIBUAN WARGA RAMPI UNJUK RASA TOLAK PT.KALLA AREBAMA BEROPERASI

RAMPI,Nuansapos.com – Ribuan masyarakat adat Rampi melakukan demontrasi menolak hadirnya perusahaan tambang emas PT.Kalla Arebama yang akan beroperasi di Rampi Kabupaten Luwu Utara Sulawesi Selatan Selasa(29/7). Mereka dengan tegas menolak kehadiran perusahaan tanpa syarat.

Sebelumnya demontrasi seperti ini sudah sering dilakukan oleh masyarakat adat,namun tidak pernah disahuti oleh pemerintah kabupaten, provinsi hingga pusat.
“Kami sudah berulangkali melakukan penolakan baik lewat demo dilapangan maupun dimeja perundingan bersama DPRD Lutra via RDP,namun hasilnya nihil sehingga kami kembali seperti ini,”ungkap Lefran Mappa salah seorang pengunjuk rasa.


Menurutnya,izin yang diperoleh PT Kalla Arebama merupakan siluman tanpa diketahui seluruh masyarakat Rampi.
“Nanti kami tahu pada saat perusahaan sudah melakukan eksplorasi tanpa sosialisasi,”sambungnya.


Demikian juga disampaikan Yusuf Edyson salah seorang tokoh pemerhati Rampi bahwa apapun alasannya,PT Kalla Arebama tidak boleh masuk di Rampi melakukan kegiatan karena selain izinnya janggal penuh “rekayasa” juga diduga banyak melakukan pelanggaran hukum.


“Salah satunya IPPKH belum dimiliki perusahaan serta tidak melibatkan masyarakat adat Rampi dalam konsultasi publik,”ungkap Yusuf Edyson kepada nuansapos.com.


Selain itu kata Yusuf,,keperpihakan pemerintah Luwu Utara lebih condong ke perusahaan ketimbang ke warganya sendiri,dibuktikan hadirnya wakil bupati Lutra mendampingi CEO perusahaan dalam konteks sosialisasi antara masyarakat dengan perusahaan.


“Saya menganggap pemerintah Lutra belum memahami luka bathin rakyatnya, dengan perjuangan sekuat tenaga bahkan bermandikan keringat dan air mata,”tuturnya.
“Tidak adakah secuil kata peduli oleh pemerintah kepada masyarakat nya,”sambungnya.


Diketahui bahwa IUP PT Kalla Arebama terbit sejak tahun 2012, dan hingga saat ini masih melakukan eksplorasi.


Info terakhir bahwa kegiatan sosialisasi oleh perusahaan batal dilaksanakan karena masyarakat Rampi sepakat tidak menghadiri.
“Kami hadir tetapi bukan disosialisasi,tetapi kami hadir untuk melakukan penolakan,”ujar Gerson yang ikut demo. (YES)

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp