Sering Hanya Utus Wabup, Bukti Darmin Tidak Peduli Warga Poso Dibantai Teroris

0
3963

Jakarta, Nuansapos.com – Dua petani di Desa Sangginora, Kecamatan Poso Pesisir Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, kembali disandra oleh Kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), satu orang ditemukan tewas, Sabtu (08/08/2020), akhir pekan kemarin.

Tak lama berselang, dihari yang sama, rombongan pegawai Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemda Poso yang hendak menuju Kota Poso setelah melaksanakan perjalanan dinas di wilayah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, sekitar pukul 19.00 WITA, diberitakan mereka dihadang kelompok bersenjata diruas jalan Trans Sulawesi antara wilayah Hae dan Sanginora, tepatnya dekat dengan titik jalan rusak.

Menanggapi, kian rawannya keamanan di Poso Pesisir di era kepemimpinan Bupati Poso Darmin A Sigilupu, tokoh mudah Poso Rizal Calvari Marimbo (RCM) mengakui, kalau dirinya tidak lagi kaget dengan adanya peristiwa tersebut.

“Saya tidak kaget. Sebab, memang sejak awal Darmin tidak serius mengurus masalah keamanan di Poso. Sudah berkali-kali kita ingatkan, beliau cuma asyik seremonial sana-sini. Lembek, tidak tegas,” tegas RCM, Senin (10/08/2020).

RCM mengatakan, sejak terjadi peristiwa penembakan seorang petugas jaga disebuah bank di dalam kota Poso, semestinya Bupati melakukan koordinasi dengan para pimpinan POLRI dan TNI di pusat.

Tetapi beliau malah keasyikan bagi-bagi BLT dan lupa melindungi rakyatnya yang terancam dibantai teroris. “Saya tidak melihat Bupati saat ini mampu mengatasi hanya beberapa teroris di atas itu. Padahal beliau ini pensiunan tantara. Dulu kan beliau dipilih karena bekas aparat. Bisa apa sekarang, warganya dibantai. Beliau santai-santai saja. Loyo-loyo. Jadi, Poso dibawah Darmin ini makin tidak aman. Titik. Mau marah silakan. Tapi saya tidak tegah lihat warga Poso dibantai seperti ayam,” ungkap RCM.

Lebih didalam dikatakan RCM, jauh hari sebelumnya, Darmin memang tidak peduli memberantas teroris di Poso. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya kata dia, salah satu bukti, setiap kali ada undangan rapat koordinasi terkait terorisme dan deradikalisasi di Palu, Bupati tidak hadir dan hanya mengutus Wakil Bupati Poso Samsuri.

Sumber yang diambil dari media nasional Kumparan.com, dilapangan pada Minggu (9/8), menginformasikan terjadi penyandraan 2 warga Desa Sangginora terjadi pada Sabtu (8/8), pukul 16.00 WITA, oleh kelompok DPO MIT. Kedua petani yakni AS yang dikabarkan berhasil melarikan diri dan AP (40), yang juga disandra oleh kelompok DPO MIT ditemukan tewas.(***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here