Wajib Miliki Rapid Test Jika Hendak Masuk Kota Palu, Menuai Tanggapan Warga Masyarakat

0
115

Ari “Biaya Rapid Test Covid-19, Sangat Membebani Warga Kurang Mampu”

AMPANA, Nuansapos.com – Pasca diberlakukannya pemeriksaan standart protokol dan harus mengatongi surat hasil pemeriksaan bebas Covid-19 atau Rapid test bagi setiap warga masyarakat yang hendak masuk wilayah Kota Palu oleh Pemda Kota Palu, berujung menuai tanggapan bernada tidak setujuh.

Pasalnya, peraturan yang saat ini tengah diterapkan Pemda Kota Palu, dinilai sangat memberatkan bagi setiap warga masyarakat yang hendak masuk kota Palu.

“Biaya Rapid Test ini. sangat memberatkan bagi masyarakat, khususnya bagi warga yang tergolong kurang mampu secara ekonomi.
Dengan harus mengeluarkan biaya 150 ribu rupiah bahkan lebih, untuk sekedar mendapatkan surat keterangan Rapid Test, sebagi syarat perjalanan.
Aturan ini sangat dirasakan mahal dan memberatkan, apalagi dalam kondisi ekonomi saat ini, yang serba susah untuk mendapatkan penghasilan,” ungkan Ari seorang warga Ampana, pada pewarta media Nuansapos.com baru – baru ini.

Adanya rasa kekwatiran Pemda Kota Palu, akan terjadinya penyebaran virus Covid-19, yang diakibatkan oleh masuknya warga pendatang, ucap Ari menambahkan itu hal yang lumrah. Akan tetapi tidak, tidak lantas menerapkan aturan yang sangat ekstra ketat seperti saat ini.

“Sebenarnya dengan mengantongi Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) saja sudah cukup, khususnya yang menggunakan angkutan umum, untuk masuk Kota Palu. Tapi dengan catatan, kalau saja saat pengukuran suhu tubuh di pos pemeriksaan, ada terindikasi reaktif atau positif, silakan saja yang bersangkutan ditahan untuk mendapatkan penanganan medis selanjutnya, sebagaimana protokol Covid,” terang Ari.

Hal senada juga yang diutarakan oleh Boga warga Ampana lainnya. Pasalnya kata dia, untuk mendapatkan hasil pemeriksaan Rapid Test diniliai mahal, terutama bagi dirinya yang berprofesi sebagai buru harian.”Kalau yang mampu tidak masalah. Tapi kasian orang yang seperti saya ini, dengan uang sebanyak 150 ribu sudah bisa dibeli beras. Tapi karena diwajibkan untuk bisa masuk Palu, ya apa bole buat,” akunya.

Seperti diketahui, sudah hampir sebulan belakangan Pemda Kota Palu, telah memberlakukan buka / tutup di pos pemeriksaan Covid-19 di sekitar wilayah Tawaeli, dengan melibatkan sejumlah petugas kesehatan, TNI/Polri dan Sat-PP, guna memeriksa setiap penumpang, baik kendaraan roda dua maupun roda empat yang hendak melintas masuk Kota Palu, khususnya mereka yang tidak memiliki hasil pemeriksaan medis berupa Rapid Test Covid-19.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here