Polres Morowali Rilis Sekaligus Tiga Kasus Berbeda

0
436

 

Morowali NP
Polres Morowali merilis sekaligus tiga kasus berbeda yang berhasil diungkap jajarannya selama sepekan terakhir di wilayah Kab.Morowali Provinsi Sulawesi Tengah.

Lewat press realiase yang digelar di Mapolres Morowali (21/10/2020), dipaparkan dan dijelaskan secara rinci ketiga kasus tersebut yang selama ini sangat meresahkan ditengah-tengah masyarakat.

Kapolres Morowali AKBP Bayu Indra Wiguno SIK MIK, yang memimpin jalannya press realiase memaparkan satu persatu kasus tersebut yang kini sudah siap untuk proses hukum selanjutnya.

Kasus pertama yang dipaparkan terkait penangkapan dan pengungkapan 13 TSK aksi premanisme dan pengancaman dilakukan, di PT.Bukit Geger Sukses (PT.BJS) perusahaan pabrik kelapa sawit yang berlokasi di Desa Topogaro Kec.Bungku Barat Kab.Morowali.

Polres Morowali telah mengamankan para pelaku sebanyak 13 orang bersama barang bukti Senjata Tajam (Sajam) yang dibawa oleh para TSK ke lokasi PT.BJS, bahkan ada satu sajam yang mirip senjata api jenis pistol padahal didalamnya Sajam.

“Terhadap 13 TSK dikenakan Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” Beber Kapolres Morowali yang didampingi Kabag Ops AKP Nasruddin SIK, Kasat Reskrim Iptu Anang SIK serta Kasat Narkoba Iptu Hariadi SH .

Ditambahkan Kabag Ops AKP Nasruddin SIK bahwa negara tidak mentoleril aksi premanisme sehingga Polres Morowali harus bertindak tegas bagi siapa saja yang coba-coba melakukan tindakan premanisme.

Selanjutnya dipaparkan, Kasus Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) dengan tindakan kekerasan yang dilakukan SO (40) warga asal Palopo bersama 2 rekannya yang telah diamankan di Polres Morowali beserta barang bukti 1 sepeda motor Yamaha Mio warna merah.

“Terhadap TSK melanggar pasal 365 ayat 1 KUHP Pidana tentang pencurian dengan kekerasan ancam hukuman penjara paling lama 9 tahun,” Terang Bayu Indra Wiguno.

Untuk kasus ketiga adalah tindak pidana penyalahgunaan Narkotika jenis Shabu-Shabu yang melibatkan oknum Anggota Dewan (Anleg) Morowali inisial AI dari Partai Demokrat.

Oknum Anleg inisial AI (52) ditangkap bersama 2 orang temannya inisial MN (53) dan AH (41) yang berprofesi wiraswasta, sedang menggunakan barang haram tersebut disalah rumah warga yang beralamat di seputaran Desa IPI Kec.Bungku Tengah Kab.Morowali.

Adapun barang bukti yang ditemukan yaitu tiga bungkus plastik bening berisikan Narkotika jenis Shabu dengan berat bruto 1,88 gram, kemudian 2 buah pipet plastik 1 kaca Pireks 1 buah dompet warna coklat satu buah timbangan digital 1 buah korek api gas dan sumbu dan 1 buah baju jas warna hitam serta 3 unit handphone masing-masing merk Samsung, Vivo dan Nokia warna biru.

Ketiga orang TSK disangkakan melanggar Pasal 112 Ayat (1) Junto Pasal 132 Ayat (1) atau Pasal 127 Ayat (1) Undang-Undang (UU) RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dimana Setiap Penyalahguna Narkotika pidana penjara paling lama 4 Tahun.”

Jadi ketiga TSK ini dijerat UU Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun,” Ungkap Kapolres yang dikenal low profile itu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here