BanggaiBuolKota PaluLuwukMorowaliNasionalParimoSigiSultengTolitoli

Waspada Gigitan Anjing, Stok Vaksin Rabies Di Poso Kosong

POSO, Nuansapos.com-Stok vaksin anti rabies di Dinas kesehatan kabupaten Poso Sulawesi Tengah kosong. Sehingga kepada warga Poso diminta agar berhati hati jangan sampai tergigit anjing.

Soal kekosongan vaksin rabies di dinas tersebut, diketahui pada hari ini Jumat (28/05/2021), saat salah seorang warga Desa Maliwuko Kecamatan Lage yang digigit anjing peliharaan tetangganya pada pekan lalu dan mencoba menanyakan stok vaksin anti rabies.

Menurut Susi (30) warga Maliwuko yang keluarga dekatnya tergigit anjing kepada media ini mengakui jika sejak beberapa hari lalu saat adiknya digigit anjing mereka sudah berusaha mencari vaksin anti rabies ke beberapa pusat kesehatan masyaraka (Puskesmas), apotek namun stok vaksin yang dimaksud kosong.

“Kami sudah mencari diberbagai tempat, vaksin anti rabies itu, tapi jawaban lagi kosong. Padahal sebenarnya pemerintah daerah harus menyiapkan vaksin tersebut untuk masyarakat. Biarpun kami harus membayarnya kami akan usahakan, tapi vaksin itu harus tersedia,” pinta Susi.

Sebenarnnya kata dia, aksin ini sangat dibutuhkan oleh warga, sebab sebagian besar warga Poso memelihara anjing yang tidak semuanya disuntik anti rabies.

Seperti Warga di Pamona bersaudara, Lore Bersaudara, kecamatan Lage, Kecamatan Poso kota Selatan, Poso Pesisir Selatan dan Utara semua warganya kebanyakan memelihara anjing untuk keamanan di kebun dan penjaga rumah.

“Seharusnya ketersediaan vaksin ini sangat penting dan harus menjadi tanggung jawab Pemda. Sebab dalam waktu 8 jam setelah tergigit pasien harus divaksin anti rabies. Jika terlambat dan positif rabies maka nyawa taruhannya,” tutur warga kecamatan Lage itu.

Kepala dinas kesehatan Kabupaten Poso
dr.Taufan Karwur saat dikonfirmasi mengakui jika pihaknya telah berusaha menghubungi Dinas Kesehatan Sulteng di Palu untuk mendapatkan alokasi pasokan vaksin anti rabies, namun mereka juga kosong stok.

“Saat ini stok vaksin anti rabies lagi kosong. Kami telah berusaha amfrah vaksin tersebut ke Dinkes Sulteng namun stok juga kosong. Saat ini kami telah mencoba menghubungi pihak Kemenkes untuk mendapatkan vaksin anti rabies tersebut, saat ini kami sedang menunggu jawaban dari Kemenkes, ” tulis dr.Taufan Karwur kepada pewarta media via sambungan WhatsApp.

Pihak Dinkes Poso juga tidak menjawab hingga saat ini berapa jumlah permintaan vaksin anti rabies dari 19 kecamatan yang ada di kabupaten Poso saat stok vaksin kosong.

Terkait kekosongan persiapan atau stok vaksin anti rabies di Dinkes Poso, Ketua DPRD kabupaten Poso Sesi K. D. Mapeda menyesalkan hal itu terjadi.

“Sebenarnya hal itu tidak boleh terjadi. Stok vaksin rabies harus selalu siap. Saya akan koordinasikan ketersediaan anggarannya dengan dinas terkait. Sebab hal ini merupakan hak dasar menuju warga Poso yang sejahtera,” tulis Ketua melalui pesan WhatsApp.

Menurut keterangan warga Desa Maliwuko, dalam bulan ini, ada dua warga masyarakat mereka telah digigit anjing, namun sampai saat ini keduanya belum divaksin. Hal ini terkendala tidak tersedianya vaksin rabies.

Berarti dengan langkanya vaksin anti rabies masyarakat Poso yang tergigit anjing konsekwensinya mati atau meninggal sebab tak divaksin rabies.

David Mogadi

David Mogadi Biro Poso

Tinggalkan Balasan

RSS
Follow by Email
Instagram
WhatsApp