Aneh, Bupati Morowali Keluarkan SE Larang Buka Pasar Ramadhan

0
112

 

Morowali NP
Umat Muslim tak lama lagi akan melaksanakan ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Antusias masyarakat menyambut bulan yang penuh berkah mulai nampak.

Berbagai tempat penjualan dan pasar-pasar mulai ramai dipadati masyarakat yang hendak mempersiapkan kebutuhan jelang Ramadhan. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) tak ketinggalan memberikan layanan hasil kreasi mereka.

Demikian halnya di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pelaku UMKM adalah kelompok yang paling besar jumlahnya dan memiliki peran penting dalam peningkatan ekonomi, serta tahan terhadap gonjangan krisis ekonomi, termasuk di masa pandemi Covid 19 saat ini.

Hal itu selaras dengan visi dan misi Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Morowali, yakni Morowali Sejahtera Bersama. Guna menunjang target capaian, maka sudah menjadi keharusan Pemkab Morowali memberikan penguatan kepada pelaku UMKM.

Apalagi saat bulan suci Ramadhan, sudah menjadi kebiasaan para pelaku usaha UMKM di Kab.Morowali memanfaat peluang untuk berjualan menambah pengahasilan pendapatan rumah tangganya.

Tapi aneh, Bupati Morowali malah melarang warganya untuk berjualan dipasar Ramadhan yang memang sudah menjadi tradisi warga Kab.Morowali pada setiap suasana bulan Ramadhan untuk menjajahkan jualannya dipasar Ramadhan.

Demikian dikatakan Wakil Ketua KPP Partai Demokrat Kabupaten Morowali, Azis Kabaratta kepada sejumlah media di Bungku.

Dikatakannya bahwa Ramadhan adalah momentum baik bagi pelaku UMKM. Mereka memberikan layanan hasil kreasi dengan aneka masakan minuman siap saji sebagai menu buka puasa.

“Fenomena ini sudah menjadi tradisi, khususnya di Morowali,” katanya.

Disebutkannya lagi, pada Ramadhan tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dikarenakan adanya Surat Edaran (SE) Bupati Morowali Nomor 1885/D399/DAGPERIN/III/2021, Perihal himbauan Pelaksanaan Pasar Ramadhan 1442 H yang melarang pelaksanaan Pasar Ramadhan terpusat dan hanya diperbolehkan di depan rumah saja.

“Jika dibandingkan sebagai langkah memutus matarantai penularan Covid 19, pasar harian dan pasar malam aktifitasnya sama. Bahkan Pasar Ramadhan waktunya singkat antara pukul 15.00-16.50 Wita, kurang lebih 3 jam saja,” Jelasnya Minggu, (04/04/2021).

Olehnya, ia berharap kepada Pemda Morowali agar meninjau dan mengevaluasi kembali SE tersebut. Sehingga pasar Ramadhan bisa berjalan sebagaimana biasanya, dengan tetap mematuhi standar dan prosedur kesehatan yang benar.

“Pencegahan Covid 19 tetap berjalan, tapi masyarakat juga bisa mendapatkan rezeki dari adanya pasar Ramadhan tersebut,” tandasnya.

Terkait hal tersebut, Corong Bupati Morowali dikonfirmasi melalui Plt.Kadis Kominfo Ramli di No WA +62 821-8817-xxxx belum membalas maupun memberikan tanggapan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here