Bupati Poso Verna GM Inkiriwang Membuka Pelaksanaan SLCN Di Desa Tokorondo

0
121

Perdana BMKG Provinsi Sulteng Gelar SLCN 2021 Di Kabupaten Poso

POSO, Nuansapos.com – Dengan tetap menerapkan protokol Kesehatan, Wakil Bupati Poso Mohamad Yasin Mangun dalam hal ini mewakili Bupati Poso dr. Verna GM Inkiriwang, membuka secara resmi kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Tahun 2021, bertempat
di Gedung Serba guna Desa Tokorondo Kecamatan Poso Pesisir, pada Senin (05/04/2021).

Giat SLCN yang diprakarsai oleh pihak Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sulteng, bekerjasama dengan BMKG Kabupaten Poso, direncanakan akan berlangsung selama tiga hari kedepan. 5 hingga 7 April dengan peserta sebanyak 100 orang.

Bupati Poso Verna GM Inkiriwang dalam teks sambutannya yang dibacakan oleh wakilnya M Yasin Mangun, mengaku sangat menyambut baik serta mengapresiasi positif yang setingi tingginya atas terselenggaranya SLCN di Kabupaten Poso, yang tentunya akan sangat bermanfaat besar bagi setiap masyarakat, terlebih bagi para nelayan.

Olehnya Bupati Verna meminta kepada para nelayan yang menjadi peserta SLCN agar mengikuti giat yang diketahui baru pertama kali ada di Poso dengan serius dan aktif saat berdikusi, menanyakan berbagai hal yang berhubungan dengan materi yang disampaikan oleh pengajar atau pemateri.

“Dengan bekal pengetahuan dari sekolah ini, diharapkan bisa meminimalisir adanya kerugian atau hal – hal yang tidak diinginkan termasuk keselamatan diri saat turun mencari ikan di laut.” ucap M Yasin Mangun, mengutip sambutan Bupati Poso Verna GM Inkiriwang.

Kegiatan tersebut ungkap M Yasin Mangun, juga sejalan dengan Visi-Misi Pemda Poso kedepan tujuh pilarnya yaitu Poso Maju, Sehat, Pintar, Sejahtera, Pakaroso, Harmoni dan Tangguh serta Poso Bersinar dan Terdepan.

“Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Pertanian masuk dalam pilar Poso Sejahtera. Karena itu saya mengajak pada kita semua untuk terus bergandengan tangan menjalin hubungan yang harmonis untuk mewujudkan Poso yang lebih baik, maju, tangguh dan sejahtera serta terdepan di Sulawesi Tengah.” Akunya.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Aljufri Palu Etriatulas Hakrito SP mengatakan bahwa Kondisi cuaca dan iklim yang beragam menjadi tantangan utama dalam pengelolaan data bagi berbagai sektor.

Sehingga hal ini mendapat perhatian dari berbagai kalangan, terlebih terhadap potensi akan terjadinya gangguan pada ketahanan pangan termasuk di sektor kelautan dan perikanan.

Oleh sebab itu kata dia, perlu dilakukan upaya pendekatan lebih mendalam lagi mengenai cuaca dan iklim, guna untuk mengantisipasi dampak yang ditimbulkan serta turut mewujudkan Visi – Misi serta program Nawacita tentang kedaulatan pangan pengembangan ekonomi maritim dan kelautan.

Terkait Informasi-informasi tentang cuaca dan iklim termasuk data-data cuaca ekstrim tentunya sangat diperlukan baik itu pemerintah, leading sektor terkait dan masyarakat.

“Bagi pemerintah dapat membantu dalam mengambil langkah pengantisipasian sebelum bencana terjadi. Termasuk semua pihak terkait sudah harus siap ketika data cuaca ekstrim. Peringatan dini yang dikeluarkan oleh dari BMKG di harapkan sudah bisa sampai tepat waktu kepada masyarakat.” Tutur Etriatulas Hakrito seraya menambahkan dengan adanya SLCN ini BMKG akan berusaha menyampaikan visi-misi melalui peran penyuluh-penyuluh yang ada di seluruh Indonesian, termasuk di Provinsi Sulteng.

“Pelaksanaan SLCN di Kabupaten Poso, akan menghadirkan pejabat pengambil kebijakan, para penyuluh lapangan dan perwakilan nelayan dari empat wilayah desa, sebagai pesertanya.” Tuturnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Palu (Koordinator MKG Sulteng) Cahyo Nugroho SE.S.Si, dalam sambutannya antara lain mengatakan bahwa BMKG memiliki tugas pokok dan fungsi dalam memberikan informasi terkait cuaca dan iklim. Salah satunya yaitu dengan cara diselenggarakannya SLCN.

Yang bertujuan untuk memberikan peningkatan dan pemahaman kepada nelayan tentang cuaca dan iklim yang disediakan oleh BMKG, terutama dibidang kelautan, demi keselamatan bagi nelayan itu sendiri.

Pada prakteknya kata Cahyo Nugroho, masih banyak masyarakat nelayan atau kelompok masyarakat lainnya yang belum memahami pentingnya informasi cuaca dan iklim.

“Kegiatan SLCN ini diharapkan menjadi media pertukaran pengetahuan, informasi dan ajang pertukaran pengalaman dari narasumber, penyuluh lapangan, nelayan dan stakeholder terlait.” Harapnya.

Juga tampak hadir dalam giat pembukaan SLCN ini, Kepala Stasiun BMKG Kasiguncu Poso Muslim SP.M.Sc, Kadis Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Poso Yusak Mentara, Kadis Pertanian Kabupaten Poso Suratno dan unsur Tripika Kecamatan Poso Pesisir serta Kades Tokorondo, Towu, Lape dan Kades Tiwa’a serta undangan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here