2 Jenazah Teroris Poso Membusuk, Menyulitkan Identifikasi

0
260


Palu, Nuansa Pos- Memasuki hari ke empat setelah berhasil dilumpuhkan oleh Tim gabungan TNI/Polri.
Dua jenazah teroris Poso yang selama ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akhirnya berhasil di evakuasi dan langsung diterbangkan ke Palu menggunakan Pesawat Helly Super Puma milik TNI yang diperbantukan dari Makassar, Rabu (14/7).


Selanjutnya 2 anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) itu langsung dimasukan ke dalam ambulance rumah sakit (Rumkit) Bhayangkara Palu yang sudah di menunggu di landasan hellypad depan Polda Sulteng untuk bawa dan dilakukan Otopsi dan identifikasi oleh tim DVI dan Inavis Polda Sulteng.

Dihadapan media yang telah menunggu di rumah sakit Bhayangkara Palu, Kasatgas Humas Operasi Madago Raya diwakili Wakasatgas Humas AKBP, Bronto Budiyono mengungkapkan.Serah terima kedua jenazah teroris itu sudah dilakukan untuk kepentingan otopsi dan penyelidikan lanjutannya.
“Instalasi jenazah rumkit Bhayangkara Palu, pada pukul 15.30 wita telah menerima dua jenazah DPO teroris Poso dari Koopsgabsus TNI dan Satgas Madago Raya,” jelasnya.

Namun demikian pihak Polri kata Bronto masih mengalami kendala yang disebababkan oleh kondisi yang sudah membusuk.

“Tim DVI dan Inafis Polda Sulteng sudah berupaya maksimal untuk mengetahui identitas kedua jenazah, karena kondisi jenazah sudah membusuk sehingga sulit dikenali,” ungkapnya.

Untuk itu pihak Polri tambah Bronto akan melakukan tes DNA dari pihak keluarga 2 jenazah yang dimaksud.

“Pembuktian dengan mengambil sidik jari sudah dilakukan tetapi diperlukan bukti pendukung berupa tes DNA, sehingga diharapkan adanya kooperatif dari keluarga kedua jenazah untuk segera bisa diambil sampel DNA nya untuk mempercepat Identifikasi,” ujarnya.

Bronto juga menegaskan karena kondisi jenazah sudah membusuk sehingga diputuskan secepatnya untuk dimakamkan secara syariat Islam, kedua jenazah yang sementara ditetapkan sebagai Mr. X.

Dalam kesempatan tersebut AKBP Bronto yang juga merupakan organik Divhumas Polri yang di BKO kan untuk memperkuat Satgas Humas Ops Madago Raya menyampaikan apresiasi dari Bapak Kapolda Sulteng kepada masyarakat di daerah operasi yang telah berperan aktif dan berani melawan radikalisme dan terorisme.

“Kapolda Sulteng juga selaku Penanggung Jawab Kebijakan Operasi Madago Raya mengharapkan kepada DPO teroris Poso yang masih digunung untuk dengan sukarela menyerahkan diri agar tidak ada korban lagi,” pungkas Wakasatgas Humas Ops Madago Raya, Bronto Budiyanto serius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here